Berita

net

Politik

Eks Jubir Gus Dur: Penjualan Indosat di Era Mega Sarat Unsur Korupsi

KAMIS, 26 JUNI 2014 | 16:36 WIB | LAPORAN:

. Penjualan Indosat ke perusahaan milik Singapura sama sekali tidak bisa dibenarkan, walau capres Joko Widodo menyatakan Indonesia saat itu dilanda krisis.

Hal itu ditegaskan eks juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardie, dalam Dialog Publik dengan tema "Mengungkap Sisi Gelap Sejarah Penjualan Indosat" yang dilangsungkan di kawasan Senayan, Kamis (26/6).
 
"Di zaman Gus Dur, IMF sudah menyarankan untuk dijual saja. Tapi, Menteri Perekonomian saat itu, DR Rizal Ramli, meminta agar saran IMF itu jangan diikuti," bebernya.


Ternyata, perusahan strategis itu harus lepas beberapa tahun kemudian di bawah pemerintahan Megawati. Hal ini sangat disayangkannya karena alasan penjualannya yang tidak tepat.

"Ya, kalau persoalannya cuma alasan krisis berarti sekarang kita harus terus jual aset-aset yang sangat penting, karena kemungkinan kita akan krisis sampai 2020," sambungnya.

Adhie juga menyebut penjualan aset strategis negara itu sangat sarat unsur korupsi.

"Apalagi kalau kita lihat harganya yang murah pasti ada unsur korupsi. Yang dijual ini aset negara. Kita berharap agar tidak terulang lagi ada penjualan aset seperti itu," tandasnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya