Berita

Situs KPU Kurang Beri Info Pemilu

RABU, 25 JUNI 2014 | 17:54 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap kurang memberi informasi kepada masyarakat terkait penyelenggaraan Pemilu 2014

Pada pemilihan legislatif 9 April lalu, masyarakat menilai KPU belum maksimal dalam memberi informasi secara keseluruhan, terutama lewat situs internet atau website yang dimiliki.

"Sedikit dari pemilih yang mendapatkan informasi berkaitan dengan pemilu dari website KPU. Beberapa website yang dibuat KPU pengunjungnya tidak tinggi. Mungkin kurang menarik tampilannya atau marketingnya yang kurang bagus," kata Direktur International Foundation for Electrolal System (IFES) Rakesh Sharma dalam paparan survei di hotel Morrissey, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (25/6).


Dia mengungkapkan, sebanyak 20 persen responden yang merupakan pengguna internet reguler kurang mengakses website KPU untuk mendapatkan informasi tentang pemilu. Sementara, 10 persen responden mendapatkan informasi lewat media sosial KPU seperti akun Twitter dan Facebook.

Menurut Rakesh, seharusnya KPU bisa memanfaatkan jaringan internet dan media sosial yang telah dimiliki selama ini. Sebagai upaya memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemilu.

"Juga merancang strategi yang efektif untuk menggunakan sosial media sebagai medium untuk menyebarluaskan pesan-pesan bagi para pemilih," ujarnya.

Meski demikian, sebanyak 47 persen responden menyebut bahwa alat sosialisasi KPU baik iklan, website maupun jejaring sosial sangat berguna untuk mempelajari proses pemilu.

Penelitian IFES dilakukan pada Juni 2014 terhadap 2.009 responden di 33 provinsi. Dengan tatap muka secara langsung, survei mendapati tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,3 persen. Penelitian  omo melibatkan Lembaga Survei Indonesia (LSI). [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya