Berita

BPK Tuntut Usut Korupsi BKKBN

RABU, 25 JUNI 2014 | 12:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Pemburu Koruptor (BPK) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang ini.

Aksi demonstrasi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan kasus korupsi yang terjadi di BKKBN.

Sebelum melakukan aksinya, massa menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan meneriakkan yel-yel anti korupsi.


"KPK harus mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang menjerat para petinggi BKKBN," teriak koordinator aksi, Asy'ari.

Dalam orasinya, Asy'ari menegaskan dalam catatanya ada beberapa kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat BKKBN sampai saat ini statusnya masih mengambang.

"Hampir tiap tahun terjadi dugaan praktik korupsi di kantor BKKBN. Salah satunya adalah dugaan kasus korupsi yang melibatkan pejabat BKKBN yang kesemuanya dilakukan dengan memanfaatkan lelang tender," ujarnya.

Menurutnya, dalam temuannya di lapangan, terdapat praktik kecurangan dan monopoli. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat spesifikasi barang dari ukuran, diameter, kemasan, bahan baku, tingkat komponen dalam negeri yang selalu mengarah pada produsen tertentu. 

Praktik tersebut dilakukan di semua lelang tender BKKBN. BKKBN hari ini memang banyak mendapat sorotan publik, mengingat Kepala BKKBN, Fasli Jalal, yang sekarang ini masih tersangkut dugaan korupsi sewaktu menjabat sebagai Dirjen Dikti di tahun 2008.

Selain itu, lanjutnya, pentingnya peran BKKBN dalam kependudukan yang selama ini tak pernah terlalu dianggap sebagai lembaga pemerintah krusial sehingga tak terlalu disorot. Hal inilah yang menjadi penyebab maraknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di dalam BKKBN dari pusat hingga daerah.

Setelah meluapkan aksi protesnya melalui orasi dan yel-yel selama 1 jam, massa meninggalkan BKKBN dengan tertib dan menuju kantor KPK di Kuningan.

"Setelah aksi di BKKBN, kami akan mendatangi kantor KPK untuk menekan para petinggi KPK untuk secepatnya mengusut dugaan kasus korupsi tersebut," jelasnya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya