Berita

joko widodo/net

Politik

Sikap Politik Jokowi Antitesis Konsep Zero Enemy

SELASA, 24 JUNI 2014 | 15:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pernyataan Jokowi yang menegaskan kembali dukungannya terhadap kemerdekaan bangsa Palestina bukanlah sesuatu yang terkait dengan pencitraan. Dukungan itu merupakaan dari sikap politik luar negeri yang akan diterapkan Jokowi kelak dalam kaitannya berdiplomasi dengan dunia internasional.

"Sikap mendukung kemerdekaan bangsa Palestina tersebut, selain mempertegas pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif, juga dimaksudkan untuk mengkritik ambivalensi sikap Presiden SBY yang mengatakan punya sikap dan prinsip politik luar negeri one thousand friends and zero enemy," kata Anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Ahmad Basarah, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 24/6).

Sikap pemerintahan SBY tersebut, kata dia, tidak mencerminkan maksud Pembukaan UUD 1945 yang mengatakan bahwa 'penjajahan di atas dunia harus dihapuskan'. Sebab frasa dalam pembukaan UUD 1945  tersebut mewajibkan Indonesia untuk bersikap aktif termasuk ikut membela negara-negara yang dijajah oleh negara lainnya.


Hal tersebut juga, lanjutnya, telah dipraktekkan Presiden Soekarno melalui suatu penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung. Jadi, kata dia, bila ingin mendukung kemerdekaan bangsa Palestina tapi tidak berani bersikap tegas terhadap pemerintah Israel yang menjajah tanah Palestina.

"Prinsip one thousand friends and zero enemy tidak bisa dipraktekkan dalam kasus membela bangsa Palestina," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Basarah, sangatlah jelas bahwa Jokowi punya konsistensi dalam memahami politik luar negeri Indonesia sebagaimana maksud UUD 1945. Disamping itu, pernyataan Jokowi tersebut mencerminkan pula bahwa Jokowi memahami betul akan apa yang disebut Bung Karno dalam pidato 1 Juni sebagai Sila Internasionalisme, yang menegaskan bahwa kita memiliki Indonesia merdeka yang berada dalam lingkungan kekeluargaan bangsa-bangsa berdasar nilai-nilai kemanusiaan.

"Tidak hanya itu, Jokowi juga menunjukkan pembelaan terhadap Palestina sebagai wujud apa yang dikutip Bung Karno dari Gandhi bahwa My Nationalism is Humanity, dimana nasionalisme yang diinginkan adalah suatu nasionalisme yang mengorganisir bangsa-bangsa untuk hidup sederajat dan berdampingan dengann bangsa-bangsa lain. Suatu nasionalisme yang hidup dalam taman sarinya internasionalisme," demikian Basarah. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya