Sempat unggul, Amerika Serikat kesal harus main imbang 2-2 dengan Portugal pada lanjutan 32 Besar Grup G Piala Dunia. Kebobolan di menit injury time, kiper tim nasional AS Tim Howard melontarkan kata ungkapan sepakbola memang kejam.
Padahal mimpi skuad besutan Jurgen Klinsman ini lolos ke babak 16 besar nyaris terwujud. Sayang, masuknya Silvestre Varela gelandang Portugal di menit injury time membuat Portugal selamat dan sekaligus membuat Amerika Serikat tertahan hingga matchday terakhir lewat golnya menit 90+5.
Walhasil, laga yang berlangsung di Arena Amazonia, Manaus, Amazonas kemarin pagi WIB, menyisakan perjuangan berat. Sebab Amerika Serikat harus melawan tim Panser, Kamis (26/6) tengah malam WIB mendatang.
“Secara realistis, sudah diposisi berpeluang besar untuk lolos,†ujar Howard kepada ESPN. “Cuma terkadang sepakbola kejam. Kami harus membuang waktu setengah hari lagi untuk memikirkan hasil akhir itu,†sambungnya.
Kini, di grup G Jerman dan Amerika Serikat berada di puncak klasemen dengan jumlah poin sama, yakni empat. Dari dua laga yang sudah dilalui, kedua tim mengalami satu kali menang dan satu kali imbang.
Sementara Portugal dan Ghana berada di urutan terakhir dengan jumlah poin satu, hasil dari satu kali laga imbang. Kondisi demikian tentu akan membuat salah satu diantara kedua tim teratas was-was, kalau-kalau salah satu tim under dog yakni Portugal atau Ghana mampu meraup skor penuh di laga terakhir.
Tim underdog ini bisa mengimbangi poin salah satu dari pemuncak klasemen yang kalah tengah pekan ini. Jerman dan AS hanya bisa selamat ke perempat final, setidaknya jika mampu mengakhiri laga dengan hasil imbang. Hasil imbang sebagai persyaratan lolos memungkinkan kedua tim untuk ‘main mata’.
Apalagi, faktor emosional tim negeri Paman Sam ini sedang sangat dekat dengan Jerman, lantaran pelatihnya Jurgen Klinsmen merupakan juru taktik impor negara itu. Kendati demikian, Paolo Bento yakin persekongkolan itu tidak akan terjadi.
Menurutnya Amerika Serikat dan Jerman akan sama-sama bermain untuk meraih kemenangan. “Sepanjang karier saya sebagai pemain dan pelatih, saya tak pernah curiga kolega saya bermain untuk meraih hasil imbang. Kewajiban kami adalah mengalahkan Ghana dan sekalipun peluang kami kecil, kami akan berusaha,†ujar Bento. ***