Berita

Politik

Mahfud MD: Pilih yang Paling Sedikit Jeleknya

JUMAT, 20 JUNI 2014 | 15:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang sekarang menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta Mahfud MD bergerilya mengkampanyekan pasangan nomor urut satu ini.

Kali ini Mahfud blusukan ke Provinsi Bengkulu dan Riau. Di Bumi Raflesia, Mahfud melakukan serangkaian kegiatan. Mulai dari menemui simpul pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat Mahfud hingga relawan Prabowo-Hatta.

Di depan alumni UII yang berada di Bengkulu, tokoh KAHMI, aktivis mahasiswa, Muslimmat NU, Mahfud  meminta semua, khususnya UII dan HMI, tidak terpecah belah. KAHMI dan IKA UII harus netral secara lembaga.


"Tetapi individu kan boleh. Silakan yang setuju dalam barisan kami, kami mengajak MMD Initiative dan sayap-sayapnya mendukung dan mengkampanyekan Prabowo-Hatta," kata Mahfud saat meresmikan kantor MD Initiative Bengkulu di Jalan S Parman Nomor 117 Padang Jati Bengkulu yang dihadiri Koordinator MMD Initiative Bengkulu Ridwan Mukti.

Mahfud cerita panjang lebar soal keputusannya memilih Prabowo-Hatta. Singkatnya, kata Mahfud baik Prabowo Hatta maupun Jokowi-JK memiliki kelebihan dan kejelekan. "Pilih yang paling sedikit jeleknya. Berdasarkan hati nurani," katanya.

Soal HAM yang selalu disematkan kepada Prabowo, menurut Mahfud, jika mau diungkapkan semua kasus tidak hanya Prabowo saja yang kena.

"Bukan mengecilkan kasusnya tetapi yang dituduhkan kepada Prabowo kan hanya bagian kecil dari banyaknya pelanggaran HAM. Semua kena, kenapa tidak rekonsiliasi. Masa lalu kita lupakan dan maafkan. Saya berpikir ke depan, bagaimana kita selesaikan semua dan membangun bangsa ini lebih baik," katanya.

Mahfud menyadari pilihan politiknya akan dikecam banyak pihak. Dia tak khawatir sebab banyak juga yang ikut bergabung dangan barisan dia.

"Pertama memang, anda ini tidak membela HAM. Anda ini tidak terhormat dan lainnya.  Tetapi pesan saya, jangan menggadaikan dan menspekulasikan negara anda dengan memilih yang salah. Saya intruksikan kepada seluruh sahabat Mahfud untuk melakukan cara-cara yang baik karena niat kita baik," katanya.

Menjawab soal kebocoran yang diungkapkan Prabowo yang menimbulkan perdebatan, Mahfud mengatakan ucapan Prabowo tak mengada-ada.

"Itu diucapkan berkali- kali oleh Abraham Samad, misalnya dalam forum Dewan Guru Besar UI," katanya kepada wartawan usai deklarasi.

Mahfud pun santai jika ada yang menganggap pernyataan Prabowo soal kebocoran justru menyasar pendampingnya Hatta Rajasa sebagai bekas Menko perekonomian.

"Ada yang bilang kena ke Hatta sendiri? Ya JK dulu juga Wakil Presiden.  Ya sama saja itu juga nyasar ke Kalla. Kan kebocorannya bukan hanya saat Hatta menjabat, tapi sejak lama," katanya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya