Berita

Fraksi Demokrat Dukung Prabowo Murni Tanpa Kontrak Politik

RABU, 18 JUNI 2014 | 21:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kader Partai Demokrat memastikan langsung turun ke lapangan guna menyosialisasikan pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Setelah resmi mendeklarasikan dukungan pada 16 Juni lusa lalu.

Ketua Fraksi Demokrat di DPR Nurhayati Ali Assegaf menjelaskan, hal itu dilakukan kadernya karena dukungan terhadap Prabowo-Hatta tidak terjadi tiba-tiba, namun sudah melalui proses sejak 20 Mei lalu.

Ditambah lagi paparan visi misi Prabowo-Hatta dirasa cocok oleh anggota DPR dari Demokrat yang memberikan dukungan. Karena itu, Nurhayati menepis anggapan adanya kontrak politik di balik dukungan tersebut.


"Ini benar-benar murni, dan kami berkomitmen dengan dukungan tersebut," bebernya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/6).

Nurhayati bersama kader Demokrat lain di DPR mengaku terkesan dengan komitmen capres Prabowo yang akan meneruskan program-program pro rakyat Presiden SBY. Menurutnya, program-program pemerintahan SBY cukup banyak dinikmati dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Dalam berbagai kesempatan Prabowo Subianto berjanji akan meneruskan program-program pro rakyat SBY, seperti program KUR, PNPM dan dana bergulir," jelasnya.

Namun begitu, dia enggan menyebutkan target jumlah suara yang akan didulang pasangan Prabowo-Hatta pasca didukung kader Demokrat

"Yang pasti jumlahnya signifikan. Sangat signifikan dan merata di seluruh provinsi," tegas Nurhayati yang juga koordinator dukungan Fraksi Demokrat untuk Prabowo-Hatta.

Dikonfirmasi terpisah, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai bahwa dukungan Nurhayati dan Fraksi Demokrat sah saja karena merupakan hak politik setiap warga negara. Menurutnya, saat ini yang harus dilakukan adalah mengubah dukungan tersebut menjadi suara yang nyata.

Hendri mengimbau agar Fraksi Demokrat dapat bekerja keras meyakinkan pendukungnya bahwa Prabowo Subianto adalah sosok yang pasti meneruskan program kerja Presiden SBY selama ini.

"Dukungan atau sukarelawan yang banyak ‎tidak akan membantu bila ternyata saat 9 Juli nanti suara yang diberikan ternyata berbeda. Oleh karena itu, dukungan harus disolidkan dengan komunikasi politik terarah dan pesan kunci yang jelas," jelasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya