Berita

abdurrahman wahid/net

Gus Dur, Pejuang Anak Berkebutuhan Khusus

SELASA, 17 JUNI 2014 | 13:30 WIB | LAPORAN:

Di Indonesia sendiri, baru di era pasca reformasi, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Bahkan di Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada bidang khusus yang konsen memperhatikan anak penyandang disabilitas.

Ketua Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kemendikbud, Ahmad Yusuf  pun menceritakan jasa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam memperjuangkan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

"Bidang ini (PKLK) dibentuk sewaktu kepemimpinan Presiden Gusdur. Berkat jasa Gusdur lah, anak-anak penyandang disabilitas lebih diperhatikan pemerintah sehingga banyak penyandang ABK dapat hidup mandiri dan berkualitas," tuturnya saat diwawancarai Rakyat Merdeka Online usai pembukaan acara Olimpiade Olahraga ABK tingkat Nasional di SLB 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (17/6).


ABK di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat rata-rata dua persen. Data di Kemendikbud, ada sekitar 87 ribu anak Indonesia yang menyandang disabilitas.

"Kita tak boleh mengucilkan ABK, banyak anak berkebutuhan khusus di Indonesia yang telah berprestasi. Sebut saja Gisca Putri Agustina Sahetapy, anak pertama artis Dewi Yul," beber Yusuf.

Meskipun Gisca tuna rungu,  menurut Yusuf, kemampuannya di bidang komunikasi tak kalah dengan orang normal lainnya. Ditanya mengenai program pemerintah untuk membantu anak ABK beradaptasi dengan lingkungan sekitar, Yusuf menjelaskan bahwa sekolah inklusif adalah jawaban agar anak ABK dapat beradaptasi dengan masyarakat pada umumnya.

"Ya, kita perlu berterima kasih kepada Gusdur. Berkatnya, hakikat 'education for all' dapat kita rasakan di Indonesia. Dengan keberadaan 548 SD, 52SMP serta 40 SMA inklusif di Indonesia, semua anak dari berbagai latar belakang dapat bersekolah bersama tanpa memandang 'normal' atau 'tidak'," terangnya.

Pihaknya menyadari jumlah sekolah inkluf di Indonesia masih terbilang sedikit. Namun, pemerintah akan terus menambahnya.

"Semoga Presiden yang akan datang memberi perhatian lebih kepada ABK dengan makin ditambahnya sekolah inklusif agar seluruh anak Indonesia dapat belajar bersama tanpa memandang kondisi fisik dan mental serta saling menghargai," pintanya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya