Berita

ilustrasi, judi bola online

Bola Bagus

Awas! Judi Online Dipantau Polisi

SENIN, 16 JUNI 2014 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Demam Piala Dunia meluas. Banyak cara bagi pecinta bola untuk menikmatinya. Misalnya nonton bareng di cafe, hingga membuka tenda di depan rumah dan membentangkan kain putih sebagai layar. Namun ada juga yang menikmatinya dengan bermain judi online. Buka account, mendaftarkan diri, kemudian pasang taruhan menggunakan rekening.

Praktik judi berbau olahraga itu ternyata sedang intens diawasi kepolisian. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, memang ada negara yang memperbolehkan permainan judi, tapi di Indonesia hal itu dilarang.

Guna mengantisipasi adanya permainan judi bola online, Subdit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan patroli cyber. Namun hingga kemarin, polisi belum mendapatkan hasilnya.


“Belum ada hasilnya. Patroli cyber masih berlangsung,” ujar Rikwanto.

“Jika ada yang membuka judi online dan bisa kita buktikan, ya kita tangkap, proses hukum. Terlepas dari untuk menyemarakkan pagelaran piala dunia atau mengisi waktu, judi tetap judi. Dan itu dilarang Undang-undang (Pasal 303 KUHP dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik),” tambahnya.

Dikatakan Rikwanto, pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan dan mengamati keberadaan judi online di dunia maya.

“Kemungkinan mereka sedang mempersiapkan diri. Memang situs-situs ini dari luar dan ada yang menirunya di dalam negeri. Ini yang akan kita pantau dan amati,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, salah satu kendala yang dihadapi dalam mengungkap judi bola online adalah penggunaan server di luar negeri.

“Bisa di Asia, kadang-kadang di Amerika dan Eropa. Selain itu, penegakan hukum harus ada orangnya, barang buktinya. Kadang-kadang kalau sudah ketemu, orangnya ada di Cina atau ada di Filipina,” bilangnya.

Rikwanto mengimbau kepada masyarakat, agar tak bermain judi bola online. Sebaliknya, jika mengetahui diharapkan mau melaporkannya ke polisi.

“Makanya, kepada masyarakat kalau sedang internetan lalu menemukan situs judi, jangan ikutan main atau kalau tahu laporkan saja kepada kami agar bisa dicegah,” tukasnya.

Maraknya judi bola online edisi Piala Dunia sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Baru-baru ini, Polisi Kerajaan Thailand mengaku, semenjak momen Piala Dunia 2014 di mulai, praktik perjudian bola di Bangkok dan provinsi-provinsi lain semakin marak.

Wakil Komisaris Polisi Kerajaan Thailand Jenderal Polisi Ake Angsananond mengatakan, sedikitnya telah ada 58 tersangka yang ditangkap di Bangkok dan kota-kota besar lainnya karena membuka bisnis judi bola secara online.

Saat ini polisi Thailand akan meningkatkan tindakan-tindakan terhadap praktik perjudian online sepak bola, dengan memeriksa situs-situs yang diduga membuka praktik bisnis judi bola online.

“Pihak berwenang kini telah menutup 391 situs yang diyakini telah menghasut judi sepak bola, nanti polisi juga akan menambahkan tuduhan pencucian uang kepada webmaster situs untuk memastikan hukuman yang lebih kuat,” ujar Abe.

Di Malaysia, Kepolisian Bukit Aman membentuk tim khusus yang ditujukan untuk mengawasi perjudian selama gelaran Piala Dunia Brasil. Tim ini tidak hanya akan melakukan pengawasan tetapi juga penangkapan terhadap anggota sindikat perjudian.

“Kami siap berperang melawan perjudian sepakbola. Pada 2010, total 143 orang ditangkap di seluruh negeri karena melanggar Undang-Undang Perjudian 1953. Tetapi seluruhnya tidak didakwa karena tidak memiliki bukti kuat,” ujar perwakilan polisi, Roslee Chik, akhir pekan lalu.

“Kejahatan ini termasuk melibatkan situs online. Sementara server dari situs judi itu berada di luar negeri seperti Kamboja dan Filipina,” lanjutnya.

Menurut Roslee teknologi yang digunakan oleh sistem judi saat ini sangat canggih. Mereka terus merubah kata sandi akan sulit polisi melakukan pelacakan.

Belajar dari maraknya perjudian ketika Piala Dunia Afrika Selatan di 2010, Roslee tidak mengesampingkan perjudian melalui ponsel. Hal tersebut membuat proses perjudian semakin mudah. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya