Berita

ilustrasi, timnas amerika serikat piala dunia 2014

Bola Bagus

Amerika Bosan Kalah

SENIN, 16 JUNI 2014 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dia lagi, dia lagi. Omongan ini bisa jadi terlontar dari kubu Ghana dan Amerika Serikat yang akan bersua besok pagi di Arena das Dunas, Natal. Ini kali ketiga secara beruntun mereka berduel di Piala Dunia. Bosan, bisa jadi. Namun buat Amerika, jelas tidak. Sebab, mereka belum pernah menang dari The Black Stars.

Pada Piala Dunia 2006, Ghana menang dengan skor 2-1 di pertandingan terakhir babak grup untuk memastikan lolos ke babak 16 besar, sekaligus menyingkirkan AS. Di Afrika Selatan, skor 2-1 kembali terulang, hanya saja terjadi di babak 16 Besar.

Kali ini, kekalahan memang tidak akan membuat salah satu kedua tim tersingkir. Namun, karena lawan selanjutnya di Grup G, adalah Jerman dan Portugal, duel ini bertajuk wajib menang.


Secara khusus, Juergen Klinsmann menjamin anak asuhnya kali ini sudah lebih siap menghadapi Ghana. Mental, strategi dan taktik sudah lebih matang
“Kami merasa sangat percaya diri jelang laga melawan Ghana. Kami  sudah tahu tentang kekuatan kami dan apa yang harus kami asah untuk mengalahkan Ghana,” tutur Klinsmann.

Eks striker flamboyan ini sesumbar sudah mengantongi kelemahan pola permainan Ghana. Salah satu informasi datang dari asisten Klinsmann yang memata-matai Ghana saat melawan Korea Selatan.

“Jelas pertandingan uji coba (lawan Korsel) itu adalah hasil yang bagus bagi Ghana. Kami menghomati lawan kami di Grup G. Kita sudah tahu kekuatan Ghana, tapi kita juga sudah tahu kelemahan mereka,” tukasnya.

Angin optimisme juga datang dari kiper Tim Howard. Malah ia menggaransi 3 poin untuk negeri Paman Sam.

“Jika kita bisa mendapatkan kemenangan saat melawan Ghana, maka kita bisa kembali fokus untuk menghadapai Portugal,” kata Howard.

“Tidak ada gunanya berandai-andai bisa lolos fase grup jika pertandingan pertama tidak bisa dikuasai. Jadi pertandingan melawan Ghana ini penting, dan saya pikir, kita bisa mendapatkan tiga poin di kantong,” tegas kiper Everton ini.

Di kubu lawan, meskipun bermodal selalu menang, pelatih Ghana Kwesi Appiah tak mau anak asuhnya jumawa. Lengah sedikit, bisa terpeleset.

“Amerika Serikat itu adalah tim yang sangat, sangat baik. Jadi Ini tidak akan mudah. Kami harus memastikan para pemain bermain di posisinya masing-masing dengan baik sampai peluit akhir dibunyikan,” paparnya.

Untuk membalas dukungan para suporter, Appiah berjanji akan menginstruksikan para pemain bermain indah.

“Kita akan berusaha mengambil kendali permainan. Dan mudah-mudahan orang-orang melihat sebuah permainan yang menyenangkan dan kami sebagai pemenang. Dan kemudian kami pergi dari sana dengan senyum,” ujarnya.

Ditambahkan, di Grup G, tidak ada tim yang layak disebut underdog. Semua tim punya peluang untuk lolos dari fase grup. “Dalam kelompok ini sangat sulit siapa yang lemah. Kami sendiri sekarang sudah mendekati pola permainan ideal kami,” tukasnya.

Appiah biasanya memainkan formasi 4-2-3-1, dimana pemain kunci akan bermain sebagai bek kiri. Kwadwo Asamoah sebelumnya diyakini akan menjadi playmaker, tetapi ia dikembalikan posisinya sebagai bek sayap di Juventus.

Sebagai sayap kiri, tampaknya tempat itu akan diisi Jordan Ayew, yang mencetak hattrick melawan Korea Selatan dalam laga uji coba terakhir. Saudaranya Kwadwo, Andre, akan bermain di sisi kanan.

Di belakang striker Asamoah Gyan, Kevin-Prince Boateng berperan sebagai pembantu serangan. Michael Essien dan Sulley Muntari kembali akan berduet di lini tengah, meski kedua pemain tersebut belakangan redup.

Di lini belakang, ada duet Jonathan Mensah dan John Boye, yang begitu kokoh. Plus Harrison Afful akan tampil sebagai bek kanan.

Sedangkan Klinsmann kemungkinan mengubah formasi dalam empat laga uji coba terakhir menjadi sistem 4-4-1-1, dengan lini tengah diamond, formasi yang jarang dipakai di antara tim-tim yang berlaga di Brasil.

Formasi ini membuat Michael Bradley lebih fokus membantu serangan, bergabung dengan Clint Dempsey mendukung striker Jozy Altidore. Ketiga pemain tersebut menjadi ancaman besar bagi setiap gawang lawan.

Kyle Beckerman dipercaya Klinsi sebagai gelandang bertahan, dengan Alejandro Bedoya dan Jermaine Jones atau Graham Zusi di belakang Bradley. Namun, mempertimbangkan kekuatan rival di grup, Jones lebih seimbang dan bisa menjadi opsi lebih baik dari Zusi. Kiper Howard menjadi andalan di belakang empat bek, yang hingga kini belum kelihatan opsi terbaiknya.

Geoff Cameron dan Matt Besler kerap tidak bermain bersama di jantung pertahanan. Sementara Fabian Johnson dan DeMarcus Beasley, meski pemain serba bisa, tidak nyaman bermain sebagai bek sayap. Memang mereka mampu mendukung serangan, tetapi cukup cukup riskan jika harus menjaga daerah.

Iran VS Nigeria

Dari Grup F, Iran dan Nigeria akan bertempur di Arena da Baixada, Curitiba, jam 02.00 WIB. Laga ini teramat penting lantaran Argentina dan Bosnia-Herzegovina lebih difavoritkan lolos ke fase knockout.

Iran dan Nigeria juga berusaha membukukan kemenangan lagi sejak terakhir sama-sama meraih tiga angka di Piala Dunia 1998 di Prancis.

Gelandang bertahan, John Obi Mikel yakin duel melawan Iran akan membungkam pandangan Nigeria hanya tim kelas dua di Brasil. Ia lantas merujuk inspirasi dari kemenangan Belanda atas Spanyol dengan skor 5-1, Jumat (13/6).

“Kami adalah juara Afrika dan kami tahu bahwa publik mengharapkan kami bisa meraih yang terbaik karena kami mewakili Afrika. Ini menjadi tekanan sekaligus penyemangat ekstra buat tim kami. Kami bahagia menjadi juara Afrika,” tegas Mikel.

Ia pun berharap Nigeria bisa bermain bagus saat bertemu Iran.

“Kami bermain bagus dan siap melakukan apa pun di pertandingan nanti. Hasil laga Spanyol dan Belanda menunjukkan bahwa semuanya mungkin terjadi. Kami akan bermain dengan serius dan tampil hebat,” lanjut pemain Chelsea ini.

Tak kalah bersemangat, Iran juga memburu kemenangan di Brasil. Kemenangan terakhir tim asal Timur Tengah ini di Piala Dunia 1998 dengan skor 2-1 saat berhadapan dengan Amerika Serikat.

Karena fakta tersebut, laga diprediksi berjalan menarik. Apalagi kedua tim memiliki materi pemain cukup mumpuni.

“Ini akan menjadi laga yang panas bagi kami. Tapi kami yakin bisa mendapat poin penuh di pertandingan perdana ini,” ujar Reza Ghoochannejhad.

Selain ditukangi Carlos Queiroz, mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United, juga memiliki pemain berbakat seperti Ashkan Dejagah serta Javad Nekounam.

“Dengan komposisi pemain yang kami miliki, kami yakin langkah kami tidak hanya berakhir di fase grup,” tegas Ghoochannejhad.

Sayangnya, sebagai salah satu raksasa di Asia, Iran meraih hasil kurang memuaskan ketika melakukan pertandingan uji coba. Mereka hanya mampu 3 kali imbang dan 2 kali menang dalam lima kali pertandingan melawan Angola (1 - 1), Montenegro (0 - 0), Belarusia (0 - 0),  Trinidad dan Tobago (2 - 0). ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya