Berita

ilustrasi

Dunia

Ekspor Senjata Jerman Meroket

SENIN, 16 JUNI 2014 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pendapatan Jerman dari penjualan senjata bertambah menyusul peningkatan ekspor senjata Jerman pada 2013 sampai 24 persen.

Sebagian besar senjata dijual antara lain ke Aljazair, Qatar dan Arab Saudi. Indonesia pada 2013 memesan sekitar 100 tank Leopard-2 dan 50 kendaraan lapis baja dari Jerman.

Ekspor senjata Jerman  2013 mencatat angka tertinggi. Menurut Laporan Perdagangan Senjata 2013  pemerintah Jerman, penjualan senjata dan peralatan militer, termasuk kendaraan lapis baja, mencapai 5,8 milyar euro. Naik 1,14 miliar euro atau sekitar 24 persen dibanding tahun sebelumnya.


Pihak oposisi mengecam penjualan senjata Jerman ke negara-negara yang dianggap bermasalah dengan hak asasi manusia seperti Qatar dan Arab Saudi.

Menurut laporan itu, yang meningkat secara mencolok adalah jumlah penjualan senjata ringan seperti pistol dan senapan. Namun nilai penjualannya relatif kecil karena harganya jauh lebih murah daripada senjata berat. Penjualan senjata ringan pada 2013 mencapai nilai 82,3 juta Euro.

Kementerian Ekonomi Jerman menerangkan, laporan penjualan senjata  memuat transaksi pemerintah Jerman pada 2013. Persetujuan dikeluarkan pemerintahan sebelumnya, yaitu koalisi CDU/CSU dan FDP. Sedangkan Menteri Ekonomi saat ini, Sigmar Gabriel dari SPD, lebih sulit mengeluarkan ijin penjualan senjata.

SPD juga menyatakan akan mengubah prosedur ijin senjata dan membuat publikasi yang lebih cepat kepada parlemen dan publik. Selama ini, penjualan senjata hanya dipublikasikan satu tahun sekali. Sementara ijin ekspor senjata dibahas dalam sidang kabinet tertutup dan tidak diumumkan kepada publik.

Gabriel berjanji akan lebih transparan dalam hal ini. Dia juga akan melakukan peninjauan lebih cermat dalam bisnis senjata ke negara-negara yang tercatat punya reputasi HAM yang buruk.

Perusahaan produsen senjata memperingatkan, prosedur yang lebih ketat akan menyulitkan sektor industri pertahanan dan mengancam lapangan kerja.

Jerman saat ini merupakan pengekspor senjata kedua terbesar dunia. Semua penjualan senjata ke luar kawasan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) harus mendapat ijin khusus dari pemerintah Jerman. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya