Berita

Dipo Alam

Wawancara

WAWANCARA

Dipo Alam: Ada Menteri Yang Diundang Rakor Menko & Sidang Kabinet Tak Hadir, Ini Perlu Dievaluasi

SENIN, 16 JUNI 2014 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden SBY akan bersikap tegas kepada sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II bila kinerjanya tetap mendapat nilai merah.

Meski masa tugas tinggal empat bulan lagi, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Sekretaris Kabinet, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Koordinator (Menko) tetap memantau kinerja sejumlah menteri.

Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam  kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, Jumat (13/6).


“Kinerja 10 menteri KIB II bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan bidang Perekonomian terus dipantau Presiden. Pekan depan, SBY akan mendapat laporan resmi soal perbaikan kinerja para pembantunya tersebut,’’ papar Dipo Alam.

“Evaluasi masih berjalan. Saat ini UKP4, Seskab, Mensesneg, dan 3 Menko sedang melakukan observasi. Setahu saya, hasilnya belum masuk. Laporan kepada Presiden, mungkin diberikan pada akhir minggu ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden SBY menyebut ada 10 kementerian yang nilainya di bawah harapan. Bahkan, dalam skala 10, ada yang mendapat nilai 4,5 atau batas merah. Tapi, sejumlah menteri SBY justru sibuk melakukan kampanye untuk pasangan capres-cawapres.

SBY pun telah dua kali mewanti-wanti menteri yang jadi tim sukses capres-cawapres agar tetap fokus bekerja. Jika tak bisa mengatur fokus, SBY mempersilakan para pembantunya mengundurkan diri. Namun, dirinya tak akan menghalangi menteri yang akan mengambil cuti karena kampanye.

Dipo Alam selanjutnya mengatakan, menteri KIB II seharusnya memaksimalkan kinerjanya karena tinggal empat bulan lagi. Apalagi sejumlah lembaga tetap saja memantau kinerjanya.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Presiden bilang ada 10 menteri yang kinerjanya buruk, siapa saja itu?
Saya tidak enak menyebut siapa mereka. Yang pasti, evaluasi dan perbaikan terus berjalan.
 
Bidangnya apa saja?
Sebagian besar menteri di bidang Perekonomian dan Kesra. Kalau menteri bidang Polhukam tidak ada yang mendapat rapor merah.
 
Apakah Presiden memanggil atau menegur langsung para menteri tersebut?
Saya tidak tahu, apakah Presiden memberi teguran langsung kepada menteri terkait. Biasanya, Presiden mempercayai Menko untuk mengevaluasi. Presiden meminta, 3 Menko melapor pada UKP4.
 
Setelah teguran Presiden dalam rapat kabinet, apakah ada perbaikan kinerja?
Saya melihat, setelah presiden  menegur sebanyak 2 kali, para menteri yang biasanya nggak ikut rapat, mereka datang.

Contohnya, saat acara tentang korupsi dengan Bappenas di Istana Negara, hampir semua menteri hadir.

Artinya, sejak ada teguran Presiden mereka mimiliki kesadaran. Tapi, itu kan tidak baik. Perbaikan harus jalan sesuai sistem, jangan saat ada teguran baru bergerak. Makanya, UKP4, Sesneg, Seskab, dan menko terus melakukan evaluasi.
 
Hingga saat ini tak ada menteri yang mengundurkan diri, mereka hanya cuti, apa sikap Presiden?
Soal cuti kan hak mereka. Itu ada aturannya. Yang kita lihat, bukan  karena menjadi timses atau cuti di luar pekerjaannya. Tapi, UKP4 secara sistemik dan para menko-nya melaporkan. Misalnya menteri A diundang ke rakor menko tidak hadir, sidang kabinet tidak hadir, itu yang kami pegang.

Sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden, kalau banyak pekerjaan yang terbengkalai, seyogyanya jangan hadir di dalam kampanye.

Bukannya para menteri nggak boleh ikut kampanye. Aturannya boleh, tapi kalau mereka belum siap terjun ke kampanye, sebaiknya tidak dilakukan.

Ini bukan soal etis atau tidak. Mereka melalaikan tugas dan kewajibannya, Presiden memiliki hak untuk menegur. Bahkan, mereka bisa diberi sanksi. Makanya, kalau ada yang merasa kurang, sebaiknya tahu diri. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya