Berita

Politik

PILPRES 2014

Hasil Survei: Mayoritas Warga Bandung Pilih Prabowo-Hatta

JUMAT, 13 JUNI 2014 | 04:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Mayoritas masyarakat Bandung memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dibandingkan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Prabowo-Hatta memperoleh dukungan sebesar 51 persen, sedangkan Jokowi-JK 46 persen.

Begitu hasil survei terbaru Indonesian Strategic (Instrat). Survei dilakukan sebulan terakhir di Kota Bandung, dengan melibatkan 421 warga Kota Bandung yang dipilih secara acak dengan metode survei multinominal logit, yakni mengandalkan pertimbangan pemilih mengestimasi peluang keterpilihan capres.

Peneliti Indonesian Strategic, Yukha Sundaya mengatakan survei yang dilakukannya menunjukkan warga Kota Bandung lebih memilih Jokowi ketimbang Prabowo.


"Itu hanya capresnya saja. Namun setelah keduanya dipasangkan Prabowo-Hatta justru menanjak elektabilitasnya menjadi 56,79 persen. Kondisi berbeda dialami pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang justru melorot elektabilitasnya menjadi 43,21 persen," katanya di Bandung kemarin (Kamis, 12/6).

Menurut Yukha, Hatta mampu menambah elektabilitas Prabowo. Sedangkan JK malah membuat elektabilitas Jokowi menurun. Penyebabnya, JK pernah mengatakan bahwa Jokowi berbahaya jika jadi presiden. Tapi JK kemudian malah jadi cawapres bagi Jokowi.

"Itu yang saya kira mengakibatkan tingkat elektabilitas Jokowi menurun setelah disandingkan dengan JK," jelas Yukha seperti dilansir JPNN.com.

Khusus untuk isu yang melemahkan Prabowo yaitu pelanggaran HAM, 23,57 responden tidak percaya dengan masalah tersebut sehingga tidak akan berpengaruh. Sedangkan 61,43 persen responden tidak menjawab pertanyaan tersebut. Sisanya, hanya 15 persen responden yang percaya Prabowo melakukan pelanggaran HAM.

Jokowi justru mendapat sorotan publik di mana 66,67 responden meyakini Jokowi jadi 'boneka' Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Tak hanya itu, 34,78 persen responden percaya mundurnya Jokowi dari posisi sebagai gubernur DKI juga akan melemahkan posisinya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya