Berita

jokowi/rm

Politik

PILPRES 2014

Waduh, Jokowi Keliru Bilang Persiden

JUMAT, 13 JUNI 2014 | 05:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Ada yang luput dari pantauan terkait debat capres-cawapres edisi pertama. Selain soal kertas yang terlihat jelas terselip di balik jas yang dikenakannya, Jokowi juga salah menyebut kata Presiden dalam debat yang digelar KPU beberapa waktu lalu itu.

Adalah anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah yang mengungkapkan kekeliruan Jokowi itu.

"Pak Jokowi keliru mengucapkan kata presiden. Dia bilang persiden," kata Fahri kepada wartawan di Jakarta (Kamis, 13/6).


Fahri sependapat ada banyak perbedaan antara Jokowi dan Prabowo dalam debat. Disebut kubu Jokowi-JK Prabowo tampil grogi, beda dengan Jokowi yang tampil tenang, Fahri menduga karena jagoannya kaget dengan penampilan Jokowi dalam debat.

"Pak Prabowo kaget karena tidak menyangka Pak Jokowi memakai jas. Disangkanya akan pakai kemeja kotak-kotak," selorohnya.

Secara umum kata Fahri, analisa sederhana dari debat nampak bahwa Prabowo bicara tentang negara sementara Jokowi lebih banyak bicara mengenai tatanan sebuah kota. Dari perspektif kepemimpinan, Jokowi terlihat lebih dominan menunjukan dirinya sebagai proyek manajer, adapun Prabowo memiliki visi membangun negara.

Dikatakan lebih lanjut oleh politisi PKS ini, memang sangat dibutuhkan kombinasi generalis dan manajer dalam kepemipinan nasional, dan karakter ini terisi oleh karakter Prabowo-Hatta. Menurut dia, suatu bangsa memerlukan suatu inspirasi, ide, simbol, atau hal-hal yang terkadang tidak rasional, perlu kebanggaan, harga diri, martabat seperti yang disampaikan Prabowo dalam debat, dan untuk urusan eksekusi kebijakan nampak terisi oleh Hatta.

"Makanya kami suka tagline Soekarno-Hatta, Prabowo-Hatta. Ini untuk mengingatkan saja bahwa ada generalisnya, ada manajernya, ada orang yang mengekseskusinya pada tataran teknis.

Berbeda dengan Prabowo-Hatta, pasangan Jokowi-JK menurut Fahri, nampak dua-duanya memposisikan diri sebagai manajer. Kedua-duanya berbicara banyak soal eksekusi lapangan.

"Kalau terlalu teknis kedua-duanya bahaya karena mengelola kota berbeda dengan mengelola negara. Kota dikelola dalam lanskap negara kesatuan, yang sudah dapat perlindungan banyak dari negara. Ada perlindungan hukum, budget, dan lain-lain karena dia ada dalam negara. Tapi kalau negara, maka kita bicara tentang global, regional, diniamika internasional dan lain-lainnya," demikian Fahri.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya