Berita

Sepp Blatter/net

Bola Bagus

Diduga Korupsi, Presiden FIFA Didesak Mundur

RABU, 11 JUNI 2014 | 04:05 WIB | LAPORAN:

. Gonjang-ganjing mengenai penyelenggaraan Piala Dunia memang mulai surut. Pemberontakan warga dan permasalahan renovasi stadion yang belum selesai sekarang sudah mulai stabil dan nampaknya Brasil telah siap untuk menyelenggarakan event terakbar empat tahunan ini.

Namun, kini badan yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Piala Dunia yang dilanda 'keributan'. FIFA sebagai federasi yang membawahi Piala Dunia "chaos" dengan FA dan UEFA, Federasi sepakbola Inggris dan federasi sepakbola Eropa. FA meminta Presiden FIFA, Sepp  Blatter mundur dari jabatannya.

Anggota Komite Eksekutif UEFA, Michael van Praag mengatakan bahwa Blatter harus mundur dari jabatannya sebagai presiden FIFA karena dibawah kepemimpinannya federasi sepakbola dunia itu menjadi rusak.


"Orang tua itu terlibat banyak kasus korupsi di tubuh FIFA, dan saya minta dia untuk mundur dari jabatannya." ujar Michael van Praag dilansir situs The Guardian.

Senada dengan itu, Ketua FA Greg Dyke dan David Gill juga mengkritik rezim Blatter.

"Seperti yang kita ketahui, korupsi di tubuh FIFA telah terjadi sejak lama, korupsi yang mulai terusut adalah dugaan penyuapan FIFA oleh FFA Qatar Mohamed Bin Hammam, agar Qatar dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia mendatang,"  tegas Greg Dyke.

Di tempat yang berbeda, Presiden FIFA tetap bersikukuh untuk tidak mundur dari jabatan. Malah pria berusia 78 tahun itu masih berambisi untuk maju kembali dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.

"Jujur saja, ambisi saya masih sangat membara, masih sangat kuat untuk terus memimpin ke depan," ujarnya dikutip dari harian USA Today.

Pria asal Swiss itu terpilih menjadi Presiden FIFA sejak tahun 1998. Setidaknya sudah 16 tahun Blatter menguasai rumah sepakbola dunia.[dem]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya