Berita

Bola Bagus

QPR Ngotot Pakai Jasa Lampard Sebelum Berlabuh di NYC

RABU, 11 JUNI 2014 | 02:44 WIB | LAPORAN:

. Chelsea benar-benar mensia-siakan salah satu legendanya, Frank Lampard. Lampard yang berpredikat sebagai top skor Chelsea dengan gampangnya 'dibuang' dengan status free transfer. Entah apa yang ada dibenak Mourinho dan Abramovic sehingga tak menggubris perpanjangan kontrak yang dikehandaki Lampard sebelum akhirnya kecewa dan meninggalkan Stanford Bridge Stadium.

Dibuang dari Chelsea, sontak sang legenda tak sepi penawaran. Terhitung, Quens Park Ranger (QPR), New York City FC, dan klub liga Tiongkok Guangzho menginginkan jasa dari gelandang berusia 35 tahun itu. Ketiga klub tersebut berebut Lampard yang masih produktif dan bahkan masih berkostum Inggris di Piala Dunia Brasil nanti.

Namun nampaknya suami dari Christine Bleakley itu akan memilih negeri Paman Sam untuk berlabuh. Dia akan bergabung New York City FC musim depan. Guangzho FC terhambat permasalan dana, Lampard hanya akan mau pergi ke China dengan upah minimal sekitar Rp 3 miliar per pekan. Lantas, Guanzho tercoret dari perburuan sang legenda.


Diprediksi kalah dari New York City FC dalam pemburuan Lampard, QPR tak habis akal untuk tetap mengincar gelandang yang berulang tahun tanggal 20 Juni itu. Bos QPR, Harry Redknap terus mengejar Lampard. Kontrak yang dibicarakan Lampard dengan New York City baru akan bergabung tahun depan. Jadi tim yang musim depan bakal promosi ke Primier Inggris dari divisi Championship itu masih berpeluang untuk mendapatkan jasa Lampard selama 6 bulan sebelum terbang ke Amerika Serikat untuk kontraknya bersama New York FC.

"Kontrak Lampard diprediksi baru akan dimulai tahun depan, jadi kami akan berusaha untuk mendatangkan Lampard ke Loftus Versfeld Stadium," tegas pelatih QPR, Harry Redknap dikutip majalah Inggris The People.[dem]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya