Berita

net

Politik

Inilah Tujuh Akar Konflik di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mendatang

SELASA, 10 JUNI 2014 | 18:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Potensi konflik dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 di Indonesia akan menganga jika syarat-syarat kunci pemilu demokratik tidak terwujud.

Institusi penyelenggara pilpres 2014 yang pada masa pemilu legislatif tidak memperlihatkan kompetensi dalam kinerja, bahkan tidak sedikit kalangan politik yang menilai tidak independen, akan menjadi salah satu sumber konflik.

Dalam siaran persnya, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, menyebut tujuh akar atau sumber konflik Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang harus diantisipasi.


Pertama, kampanye negatif atau kampanye hitam terhadap para pesaing politik pada masa kampanye yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, kampanye media, melalui media sosial, maupun ungkapan-ungkapan pada alat peraga kampanye.

"Reaksi dalam bentuk keberangan politik potensial terjadi sebagai bentuk 'kontra black campaign', akan lebih parah bila jajaran pengawas pemilu dan penegak hukum tidak secara tegas, konsisten dan adil menegakkan pasal-pasal larangan kampanye," kata Wakil Sekjen KIPP Indonesia, Girindra Sandino, dalam keterangan tertulis (Selasa, 10/6).

Kedua, potensi konflik antar massa pendukung kedua kubu capres dan cawapres pada saat kampanye rapat umum, mengingat situasi kompetisi yang memanas. Peluang konflik lebih terbuka apabila para pelaksana kampanye menggunakan materi kampanye negatif dan pengamanan tidak memadai.

Ketiga, jika terjadi kegagalan pengadaan dan distribusi logistik pemungutan suara di lokasi-lokasi yang ditentukan pada waktu pemungutan suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat untuk untuk mencoblos, dan tempat pemungutan suara.

Keempat, sumber konflik lainnya adalah fakta saluran hukum (pidana) yang tersumbat, terkait perilaku kelembagaan (institutional behavior) Polri yang lebih banyak menolak penanganan lebih lanjut kasus-kasus pidana strategis. Apabila kanalisasi konflik melalui jalur hukum terhambat, maka potensi konflik aktual di jalur politik akan terbuka.

Kelima, akar konflik yang berkaitan dengan ketidakseimbangan penguasaan sumberdaya negara pada masing-masing kubu capres dan cawapres, yang diperparah apabila birokrasi memperlihatkan perilaku politik tidak netral.

Keenam, keterlambatan atau kurang efektifnya sosialisasi regulasi teknnis dari KPU RI, pelaksanaan tatacara penghitungan suara yang tidak memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan dalam UU Pilpres, kesalahan administratif atau indikasi "kecurangan politik" dalam rekapitulasi penghitungan perolehan.

Ketujuh, kemungkinan kekecewaan politik atas hasil-hasil Pilpres, apalagi jika political trust terhadap para aktor politik dominan dan institusi penyelenggara Pilpres sudah sedemikian rendah. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya