Jantung Pemerintah Brasil berÂdegup kencang. Deadline untuk meÂreka menjamin kenyamanan dan keÂamanan para suporter hanya tersisa kurang dari dua hari lagi. Pasalnya kota Sao Paulo dan stadion CorinÂthians ARENA sudah harus memÂbuka Piala Dunia 2014 dengan sereÂmoÂnial yang disusul laga Brasil verÂsus Kroasia, 12 Juni.
Apa daya, kini hanya tersisa ucÂapan doa dan itikad baik. Kebijakan keamanan represif kepolisian atas perintah Presiden Brasil Dilma RousÂseff boleh dibilang gagal mengÂhalau aksi demonstrasi kelompok penentang Piala Dunia.
Update situasi, ribuan pekerja kereta api bawah tanah kota Sao Paulo memperpanjang aksi moÂgok kerja dan mengancam akan menciptakan kekacauan transÂportasi tepat pada pembukaan.
Sebelumnya, pengadilan keteÂnagakerjaan menyatakan aksi moÂgok para buruh itu adalah tinÂdakan ilegal dan memberlakukan denda sebesar 222 ribu dolar AS kepada serikat pekerja setiap hari jika mereka tetap tidak bekerja.
Sampai kemarin, aksi mogok tersebut telah menciptakan keÂmaÂcetan luar biasa di kota berÂpenduduk 20 juta itu.
Ketua Serikat Buruh Altino MeÂlo don Prazeres menegaskan, para pekerja kereta api bawah taÂnah harus menggunakan momen Piala Dunia dan pemilu pada akÂhir tahun ini untuk menekan peÂmerintah.
“Ada Piala Dunia, pergelaran olahraga terbesar di dunia. KeÂmudian pemerintah negara baÂgian juga akan melakukan peÂmungutan suara pada akhir taÂhun, seluruh pihak harus bernÂeÂgosiasi,†kata don Prazeres.
Hitungan kasar, ada 9 ribu buÂruh yang berdemonstrasi di staÂsiun kota. Mereka menuntut keÂnaikan upah minimum. DemonÂstrasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian unjuk rasa lain di berbagai daerah Brasil yang juga melawan pergelaran Piala Dunia karena menghabiskan anggaran negara sebesar 11 miliar dolar AS. Namun, Presiden Dilma RousÂseff bersikeras bahwa uang yang digunakan untuk Piala Dunia akan mewariskan infrasÂtruktur transportasi yang modern sehingga menguntungkan Brasil di masa mendatang.
Di sisi lain, stadion CorinÂthiÂans ARENA ternyata belum seÂpenuhnya selesai dibangun. Para pekerja konstruksi berpacu deÂngan waktu untuk proses fiÂnisÂhing.
Para pekerja konstruksi meÂngatakan kepada AFP bahwa maÂsih banyak yang harus diseÂlesaikan, tetapi yakin mereka daÂpat memenuhi tenggat waktu seÂbelum pertandingan pembukaan.
Dari aspek seremonial, diva berbokong seksi Jennifer Lopez mundur dari upacara pembukaan.
“Karena masalah produksi, JenÂnifer Lopez, salah satu artis dari lagu resmi We Are One, tiÂdak dapat tampil dalam upacara pemÂbukaan Piala Dunia FIFA,†ungkap FIFA dalam pernyataan resminya.
Untung saja, rapper Pitbull berÂjanji akan menambal absennya J.Lo. Katanya tidak akan menguÂrangi antuasiasme artis penghibur.
“Menampilkan We Are One kepada dunia, terutama di negara cantik seperti Brasil, akan sangat menyenangkan. Namun lebih dari itu, ini akan menunjukkan pada dunia bahwa musik adalah bahasa universal,†kata Pitbull lewat pernyataan FIFA.
Upacara pembukaan selama 25 menit itu akan menampilkan 600 artis termasuk pesenam akÂrobatik, trampolin, capoeira dan pejalan kaki dengan jangkungan. Kalau lancar, lebih dari 60 ribu orang tumplek blek di CorinÂthians ARENA.
Bicara tamu lain. Setidaknya 20 kepala negara dari berbagai dunia telah mengonfirmasi kedaÂtangannya ke Brasil. Informasi dari Kepresidenan, rombongan perÂtama para pemimpin dunia yang menyaksikan pembukaan akan duduk bersama Presiden Dilma Rousseff dan Sekjen PBB, Ba Ki-moon. Di antaranya, SheÂikh Qatar Hamad Al-Thani, PreÂsiden Rafael Correa (EkuaÂdor), John Dramani Mahama (Ghana) dan Jose Mujica (UruÂguay). Pun, Desire Delano BouÂterse (SurinaÂme), Jose Eduardo dos Santos (Angola), Ali Bongo Odimba (GaÂbon), Horacio CarÂtes (ParaÂguay), Presiden Evo MoÂrales (Paraguay) dan Perdana Menteri Zoran Milanovic (Kroasia).
Perdana Menteri Jerman Angela Merkel dikabarkan tidak dapat menghadiri pembukaan, namun akan menghadiri pertanÂdingan Jeman kontra Portugal di Salvador, Bahia, Senin (16/6). Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 akan meÂnyakÂsikan penutupan Piala Dunia di Rio de Janeiro, 13 Juli nanti.
Adapun Timnas Inggris dan JerÂman disusul Spanyol telah tiÂba di Brasil, Minggu (8/6). Total sampai kemarin sudah ada 18 TimÂnas yang datang.
Ratusan orang gembira bersaÂma menyambut Jerman yang tiba di Santa Crus Callabra, di timur laut negara bagian Bahia. Cukup berbeda dengan tim lain, Tim PanÂser menyambung perjalanan mereka menuju kamp pelatihan mereka di Campo Bahia memaÂkai kapal penyeberangan. Para pendukung Der Panzer mengiÂbar-kibarkan bendera Jerman dan Brasil, berkostum hitam, dan menuju kamp berlatih mereka.
“Harapan mereka sangat tingÂgi setiap kali Jerman hadir di putaran final Piala Dunia,†kata Manajer Timnas Jerman, Oliver Bierhoff.
Sedangkan Kamerun menunÂda kedatangan karena perseliÂsihan tentang bonus.
Para pemainnya menolak maÂsuk ke kabin pesawat terbangnya sebelum dipastikan mereka akan mendapat bonus lebih dari 50 juta frank CFA (104 ribu dolar AS) per orang yang ditawarkan peÂmerintahnya. ***