Berita

Samuel Eto’o

Bola Bagus

Dulu & Sekarang

Eto’o Cs Akhirnya Mau Terbang Di Brasil

Tuntutan Bonus Rp 1,4 Miliar Disetujui
SELASA, 10 JUNI 2014 | 09:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sempat diwarnai aksi mogok, para pemain timnas Kamerun akhirnya bisa terbang ke Brazil untuk tampil di Piala Dunia. Tim yang digawangi Samuel Eto’o bertolak ke Rio de Janeiro, sete­lah ada kesepakatan soal bonus yang dijanjikan Federasi Sepak­bola Kamerun (FECAFOOT) di­sepakati.

Presiden Sepak Bola Kame­run, Joseph Owena mengakui, bah­wa timnya seharusnya sudah menuju ke Brasil sejak hari Ming­gu (8/6). Namun, mereka menolak berangkat dengan pe­sawat khusus yang sudah di­siapkan Presiden dan bertahan di hotel mereka di Yaounde.

Aksi mogok ini dipicu ada­nya keberatan tim yang dike­nal dengan sebutan Les Lions Indomptables ini dengan ta­waran bonus yang akan diberi­kan FeCa Foot. Setelah mela­kukan diskusi yang panjang dan bernegosiasi, akhirnya ma­salah ini bisa diatasi.


“Semuanya sudah diselesai­kan. Kami memilih untuk me­lakukan transparansi. Jadi su­dah tak ada lagi masalah, dan saya kira tim ini harus menar­getkan pada satu tujuan,” kata­nya dilansir dari Football-Ita­lia, Senin (9/6).

Juru bicara FECAFOOT, Lau­rence Fotso menambah­kan, pemerintah dan FECA­FOOT akhirnya menyepakati tambahan jumlah bonus yang nantinya akan diberikan pada tim Kamerun usai pertandi­ngan Piala Dunia berakhir.

Dikatakannya, para pemain akan mendapatkan bonus se­besar 55,8 juta franc CFA atau setara dengan Rp 1,4 miliar. Angka ini lebih banyak dari yang dijanjikan sebelumnya untuk masing-masing pemain yakni 50 juta franc CFA atau Rp 1,2 miliar. Meski untuk memberikan bonus tersebut, FECAFOOT meminjam uang sebagai pinjaman privat untuk memuaskan pemain.

“Semuanya telah selesai. Ki­ta akan berangkat pada ma­lam ini. Uang itu baru diberi­kan (FIFA) tiga bulan setelah Piala Dunia itu berakhir. Arti­nya, FECAFOOT harus me­minjam dulu sebelum dana itu cair,” terangnya.

Kejadian perselisihan finan­sial ini nampaknya bukan hal baru yang dialami para pemain Kamerun. Sebelumnya, skuad dibawah asuhan pelatih Volker Finke ini telah beberapa kali me­nolak bermain di Piala Du­nia. Seperti di tahun 1994 dan 2002, dimana akhirnya mereka gagal lolos dari fase grup.

Masalah ini tentunya mem­pengaruhi persiapan Kamerun dalam menghadapi pertandi­ngan. Terakhir kali Kamerun mampu lolos dari fase grup ada­lah tahun 1990 di Italia. “Ke­sepakatan seperti ini (ke­naikan bonus) merupakan sa­lah satu yang bisa berjalan alot di Afrika. Kini semua kubu mencapai kesepakatan. Fans pas­ti senang, sekarang kami ber­partisipasi di Piala Dunia,” kata Finke pada Sport1.

Dalam laporan AFP Mei lalu, dijelaskan bahwa peme­rintah Kamerun menawarkan bonus kepada para pemain bo­nus dari Ä 68,000 Euro, tetapi para pemain menuntut hampir tiga kali lipat dari jumlah ter­sebut. Sementara di tahun 2010, pemenang Piala Dunia Spa­­nyol menerima $ 35 juta ha­diah uang, dan semua 32 ne­gara menerima dana setidak­nya $ 8 juta.

Jelang berlaga di Piala Du­nia, Kamerun sudah menjalani beberapa laga uji coba mela­wan Jerman dengan skor im­bang 2-2 dan melawan Mol­dova di Stade Omnisport Ah­madou Ahidjo diakhiri dengan skor 1-0.

Skuad Kamerun, yang bakal dikomandani oleh pemain Bar­celona, Alex Song dan mantan striker Chelsea, Samuel Eto’o, bakal berlaga melawan Mek­siko di pembuka Grup A, akhir pekan ini, Jumat (13/6). ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya