Berita

Frank Lampard/net

Bola Bagus

Klub Guangzhou Tersandung Dana Mendatangkan Lampard

SENIN, 09 JUNI 2014 | 04:01 WIB | LAPORAN:

. Mantan pelatih Timnas Inggris yang sekarang menjadi manajer tim Guangzhou di Liga China, Sven Goran Eriksson tengah memburu Gelandang veteran Chelsea, Frank Lampard, yang sudah resmi mengakhiri karir bersama The Blues musim depan.
 
Erikson meminta manajemen Guangzho untuk segera merespon kepergian Lampard dari Stanford Bridge dengan melakukan negosiasi. Namun, yang menjadi kendala adalah gaji. klub Liga China itu tak punya dana cukup untuk menggaji pemain berusia 35 tahun itu. Upah Lampard sewaktu berkostum Chelsea sekitar Rp 3 miliar per pekan. Dan klub Guangzho tidak menyanggupi duit sebanyak itu.

"Saya telah menyarankan ke klub agar melakukan negosiasi dengan Frank Lampard," tegas Eriksson.


"Dia (Lampard) akan menjadi besar di Cina, ia adalah seorang pemain sepak bola yang cerdas, sehingga saya sangat bangga jika dia tak ke China hanya untuk liburan, tetapi berpikir akan menetap disini selama satu atau dua tahun," sambungnya seperti dilansir TribalFootball, Senin (9/6).

Eriksson menjelaskan, meski Lampard belum dikatakan gelandang dengan torehan gol terbanyak, mengingat ada banyak pemain gelandang di luar sana yang rekor gol-nya lebih banyak dari Lampard. Tapi ia yakin, bersama Guangzho, Lampard akan melambung dan menambah pundi-pundi gol-nya sebagai pemain gelandang yang mampu mencetak gol terbanyak.

"Dia (Lampard) luar biasa dan saya yakin dia akan menjadi besar di sekitar tempat saya. Saya telah berbicara kepada agen tentang hal itu, tetapi uang itu melampaui anggaran kami. Jadi saya tidak yakin klub menyanggupi itu," tambah pria Swedia yang telah berusia 66 tahun. [rus]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya