Berita

foto:net

Bola Bagus

PIALA DUNIA 2014

Inilah Pemain Hebat yang Ditinggalkan Sang Pelatih di Piala Dunia

MINGGU, 08 JUNI 2014 | 23:44 WIB | LAPORAN:

. Bersinar di klub belum tentu bersinar di Tim Nasional (Timnas). Itulah ungkapan yang tepat bagi para pemain yang menjadi kunci kesuksesan di klubnya, namun mengalami nasib sial. Sang pelatih tidak membawanya ke ajang Pialan Dunia Brasil 2014. Padahal, beberapa pemain hebat itu musim lalu mampu mempersembahkan gelar bagi klubnya masing-masing.

Mirisnya, pemain-pemain hebat yang tak dibawa ke Piala Dunia tersebut, bukan lantaran menderita cedera. Melainkan sikap dan penilaian subjektif pelatih yang tak mempercayai mereka.

Inilah daftar pemain hebat yang diacuhkan pelatih di negaranya.


Kita mulai dari Timnas Brasil, sang tuan rumah Piala Dunia. Semua orang tahu bahwa Timnas Brasil kaya akan pemain bintang. Negara peraih gelar Juara Dunia terbanyak itu memang sarat akan pemain bintang. Wajar, pelatih sekelas Luis Filipe Scolari-pun kebingingungan menyeleksi pemainnya yang akan dibawa merumput. Namun, yang menjadi tanda tanya adalah, pemain yang sarat akan pengalaman seperti Ronaldinho, Kaka dan Alexander Pato, justru diacuhkan Scolari dari skuad Samba. Scolari malah lebih percaya pemain-pemain muda seperti Neymar, Hulk dan Oscar.

Lalu, beberapa pemain hebat yang mampu mengangkat kejayaan klubnya-pun tak digubris Scolari. Seperti Philip Countinho dan Lucas Leiva yang telah membawa Liverpool finish di peringkat dua musim lalu dan sukses mengembalikan The Reds ke ajang liga Champions. Ada lagi nama Joae Miranda dan Filipe Luis yang berjasa telah membawa Atletico Madrid Juara Liga Spanyol. Terakhir, nama seperti Lucas Marquinhos, tak dihiraukan Scolari, padahal ia mengantarkan klub-nya Paris Saint Germain (PSG) juara Liga Prancis. Beberapa nama pemain yang tidak terlalu bersinar di level klub malah diboyong, seperti Oscar dan Neymar yang tidak sama sekali menyumbangkan gelar bagi klubnya masing-masing, Chelsea dan Barcelona musim ini.

Di skuad Spanyol, ada beberapa nama top yang berperan penting bagi klubnya masing-masing musim lalu, namun diacuhkan pelatih Del Bosque. Alvaro Arbeloa dan Isco adalah dua nama yang sangat penting bagi penggenapan ke-sepuluhnya gelar juara Liga Champions bagi Real Madrid. Namun, sang pelatih lebih percaya Torres dan Juan Mata yang tak membawakan hasil positif bagi masing-masing klubnya, Chelsea dan MU. Selain itu, Roberto Soldado yang memiliki skill excellent, tidak begitu memikat hati Del Bosque.

Lanjut melirik Timnas Belanda. Berbeda dengan Spanyol dan Brasil yang menyia-nyiakan daftar pemain hebat, Belanda yang dikomandoi Luis Van Gaal tidak gegabah mengacuhkan pemain bintang. Tadinya, Van Gaal memang mau membuang nama Wesley Sneijder yang selalu mengkritik pedas gaya kepelatihan pria berusia 62 tahun itu. Namun, Van Gaal terlalu sabar dan cerdas untuk membuang pemain sekelas Sneijder, akhirnya Sneijder tetap masuk skuad-23 yang dibawa Belanda ke Brasil. Namun ada satu nama yg telah membawa klubnya menjadi Juara Liga, adalah Gregory Van Der Wiel yang berjasa membuat PSG juara Liga Prancis namun ditelantarkan Timnas Belanda.

Negara yang identik dengan ketatnya pertarungan di level Liga tentu adalah Inggris. Buruknya penampilan MU musim lalu, mungkin menjadi bahan pertimbangan Roy Hudgson untuk membawa punggawa The Reds Devil Seperti Tom Cleverly dan Michael Carrick yang sebenarnya memiliki kemampuan yang hebat. Nama pemain yang sarat pengalaman seperto Ashley Cole dan Jermain Defoe juga tak dipandang pelatih Hudgson untuk memperkuat The Three Lions dia Brasil.

Fans Italia harus merelakan bintangnya, Dani Osvaldo yang musim lalu membawa Juventus menjuarai Serie-A. Ya, pelatih Italia, Cessare Prandelli memang jeli menilai pemain. Osvaldo yang dijuluki si pembuat onar dan sudah cukup bagi Prandelli membawa Balotelli yang notabennya juga suka buat onar. Mengingat Dani Osvaldo memang suka punya catatan suka berkelahi dengan rekan satu tim.

Yang sangat disayangkan adalah penilaian dan sikap pelatih Prancis, Didier Deschamps. nama-nama pemain yang membuat Manchester City Juara Liga seperti Samir Nasri dan Gael Clichy, tak dibawanya. Sungguh penilaian yang menimbulkan tanda tanya fans tim dengan julukan ayam jantan itu. Bahkan, legenda sepakbola Prancis, Patrick Vieira menanyakan sikap Deschamps tidak membawa pemain bintang seperti Nasri.

Argentina, sederetan pemain bintang memang dimiliki negara itu. Namun sayangnya pelatih Argentina, Alejandro Sabella mengusir nama Carlos Tevez yang telah membuat klubnya, Juventus menjuarai Serie-A. Selain Tevez, nama Javier Pastore yang bersinar bersama PSG dan membuat PSG juara Liga Prancis juga luput dari perhatian pelatih berusia 59 tahun itu. Pemain termahal bagi klub Tottenham Hotspur, Erick Lamela, pun tak diikutsertakan Sabella untuk membela Argentina di Brasil.

Terakhir, top scores Jerman di Piala dunia 2010, Mario Gomez harus merelakan posisinya di tim Panser yang diisi oleh Max Kruse, Striker klub Borussia Monchenglabach sebagai mesin goal Jerman. Selanjutny, Pria Belgia keturunan Indonesia, Raja Nainggolan. Gelandang As Roma kalah bersaing untuk memikat sang pelatih, Marz Wimots dalam mengisi lini tengah. Nama Nainggolan hanya berada di daftar 30 nama pemain tunggu. [rus]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya