Berita

ilustrasi/net

Bola Bagus

Mengapa Belanda Akan Pulang Lebih Awal dari Brazil?

JUMAT, 06 JUNI 2014 | 11:00 WIB | OLEH: HAIFA INAYAH

MASA keemasan tim nasional Belanda di gelanggang piala dunia sudah pasti terjadi empat tahun yang lalu, saat untuk pertama kalinya sejak 1978, Oranje berlaga di partai final. Meskipun akhirnya harus mengakui keperkasaan Spanyol dengan skor tipis 1-0, publik saat itu sangat mengelu-elukan squad Oranje yang diasuh Bert Van Marwick.

Namun kemungkinan, Belanda tidak akan mampu berlaga sejauh itu lagi di Brazil pekan depan. Sangat jelas bahwa pasca kekalahan di final piala dunia 2010 Belanda secara perlahan turun kelas. Dua tahun kemudian di EURO 2012, Belanda dengan menyedihkannya tidak mampu lolos kualifikasi grup bersama Jerman, Portugal dan Denmark.

Memang, pasca pencapaian memalukan itu, perubahan banyak dilakukan di kubu Oranje. Sebut saja pemecatan pelatih Bert Van Marwick dan  perombakan besar-besaran jajaran tim Belanda dimana hanya empat orang pemain yang berlaga di Afrika Selatan yang masuk ke tim starting eleven di Brazil nanti. Keempat nama itu adalah Arjen Robben, Nigel de Jong, Robin Van Persie dan Weasley Sneijder.


Keyakinan bahwa Belanda akan pulang lebih awal dari Brazil tentu bukan tanpa alasan. Lihat saja squad yang dibawa Louis Van Gaal ke negeri samba itu, tidak sementereng ketika mereka terbang ke Afrika Selatan empat tahun lalu.

Di mulai dari posisi kiper, kiper utama Belanda saat ini, Jasper Cillesen memang telah membuktikan kehebatan dirinya di Ajax musim ini. Tapi dari segala faktor, Cillesen tentu saja berada jauh dibawah seniornya seperti Edwin van Der Sar atau Martin Stekelenberg yang menjadi langganan penjaga mistar gawang Oranje di piala dunia sebelumnya. Cillasen belum berpengalaman bermain di tingkat internasional, klub, dan masih terlalu muda, 25 tahun, untuk turnamen sekelas piala dunia.

Kelemahan Cillesen ini setidaknya akan terbantu jika Belanda punya jajaran pemain belakang yang rapat dan berpengalaman. Masalahnya, nama-nama seperti Daryl Janmaat, Stefan de Vrij dan Bruno Martins Indi masih terlalu hijau untuk berlaga di Piala dunia. Bandingkan dengan penampilan Giovanni van Bronckhorst atau John Heitiga yang matang empat tahun lalu.

Di posisi pemain tengah memang bertengger nama-nama beken seperti Weasley Sneijder dan Arjen Robben diantara jajaran pemain kurang pengalaman lain seperti Jordy Clasie (Feyenoord Rotterdam), Jonathan de Guzman (Swansea City), Leroy Fer (Norwich City) dan Georginio Wijnaldum (PSV Eindhoven), namun kedua pemain ini jugalah yang ada di squad Oranje dua tahun lalu ketika mereka tak lolos babak penyisihan grup di EURO 2012. Dengan kata lain, baik Sneijder maupun Robben bukan pemain kunci yang bisa membuat perbedaan pada hasil akhir yang diharapkan Belanda.

Mungkin hanya di bagian penyeranglah Belanda bisa berada sejajar dengan para jagoan lainnya seperti Jerman, Spanyol atau Brazil. Di posisi ini Van Gaal punya Klaas Jan Huntelaar, striker handal yang bermain di Schalke 04 dan Robin Van Persie yang juga diandalkan di klubnya, Manchester United.

Masalah utama dari krisis ini, tentu saja masalah klasik yang kerap terjadi: miskinnya regenerasi. Belanda memang punya banyak pemain muda potensial seperti yang telah di terdaftar di squadnya saat ini. Namun untuk ke Brazil dengan segala tekanan beratnya, seperti yang dikatakan legenda Belanda, Johan Cyruff, Oranje sudah sangat senang jika bisa setidaknya keluar dari fase grup.

"Belanda akan sangat senang jika kita setidaknya bisa selamat di fase grup. Itu sudah merupakan pencapaian yang sangat baik dan memuaskan" komentarnya rendah hati. [***]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya