Berita

ilustrasi/net

Patung Lilin Soekarno Dipamerkan di Madame Tussauds Museum Hong Kong

KAMIS, 05 JUNI 2014 | 09:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Patung lilin Presiden Soekarno akhirnya memasuki Madame Tussauds Hong Kong. Patung lilin pemimpin nasional dan juga pemimpin internasional terpenting di Asia ini akan dipamerkan bersama dengan patung lilin pemimpin politik paling terkenal dan berpengaruh lain di dunia.

Patung lilin Soekarno ini sangat mirip dengan Soekarno. Patung Soekarno ini berpakaian seragam militer putih, yang sudah menjadi ciri khas pria kelahiran 1901 di Surabaya tersebut. Memakai peci putih dengan menyunggingkan senyum ramahnya, patung lilin ini seakan mewakili Soekarno yang menyapa warga Hong Kong, khususnya pengunjung Madame Tussauds.

Manajer Madame Tussauds Hong Kong, Kelly Mak, merasa diberi kehormatan yang sangat besar dengan dipamerkannya patung ini di tempat dia. Sebab sosok Soekarno, bukan saja Proklamator Kemerdekaan Indonesia, melainkan juga inspirasi dunia, dan sangat berpengaruh bagi warga Asia dan dunia.


"Dengan mengumpulkan (patung lilin) para pemimpin dunia, selebriti, dan orang-orang terkenal lainnya, Madame Tussauds Hong Kong menjadi pusat daya tarik yang menggabungkan hiburan dengan pendidikan dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota keluarga," kata Kelly Mak sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Kamis, 5/6).

Untuk memastikan bahwa patung lilin Presiden Soekarno ini dihidupkan kembali secara presisi, pemahat menjalani proses riset yang sangat rumit untuk menghasilkan patung lilin tersebut, termasuk pengumpulan informasi dari keluarga Soekarno dan menonton berjam-jam klip video. Patung lilin Presiden Soekarno akan dipajang di bagian Sejarah dan Pahlawan Nasional, sehingga lebih memperkuat lagi deretan pemimpin internasional tangguh yang sudah ada di pameran.

Patung Bung Karno dibuat di Madame Tussauds Museum sebagai penghormatan. Penghormatan kepada Bung Karno ini bukan saja karena ia dikenal sebagai pendiri republik Indonesia, melainkan juga karena Bung Karno berupaya dan bertekad  membangun suatu tatanan dunia baru yang lebih damai dan lebih berkeadilan. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya