Berita

ilustrasi/net

Pilpres 2014: Pertarungan Keris Kyai Pancasona dan Keris Kyai Sanggar Jati

RABU, 28 MEI 2014 | 03:46 WIB | LAPORAN:

RMOL. Persaingan antara dua kandidat calon presiden saat ini akan semakin seru dan tidak terlepas  dari hal-hal kosmologi Jawa dalam hal spiritual yang melingkupi keduanya. Sebab bagaimanapun juga kedua capres ini berasal dari Jawa dan tinggal di Pulau Jawa yang sarat dengan hal-hal yang berbau mistis.

Masih segar diingatan kita ketika Prabowo Subianto menunggang seekor kuda yang dan berpakaian safari serba putih, serta menyelipkan sebilah keris di pinggangnya yang diikat dengan sehelai kain dari salah satu daerah di nusantara.

Ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh Prabowo melalui penampilannya ketika itu, bahwa melalui keris dan kain tradisional mantan menantu Presiden Soeharto itu ingin mengatakan bahwa, Indonesia terdiri dari berbagai unsur budaya. Dan analogi seperti itu sah-sah saja karena nuansa seperti itu dapat dilihat dari berbagai sudut pandangan.


Menurut pengamat spiritual Zaenal Kenarok kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa malam, (27/5), Jokowi pun memiliki sebuah keris pusaka yang diberi nama Kyai Pancasona yang memiliki pamor kepemimpinan dan kharisma yang kuat bagi pemiliknya.

"Kalau keris yang dibawa Prabowo adalah keris Kyai Sanggar Jati yang mempunyai pamor kewibawaan yang kuat, teguh pendirian, dan disegani," ungkap Kenarok.

Dijelaskannya pula, Jokowi itu dapat dikategorikan sebagai pilihan hati atau perasaan, sementara Prabowo adalah pilahan jiwo atau sukmo.

Pilihan hati itu bisa dimainkan perasaannya, jadi sang pemilih bisa goyang sendiri ataupun mudah digoyang dengan berbagai isu. Sementara itu pilihan jiwo yang melekat di Prabowo otomatis para pemilih memilih dengan segenap jiwa dan raganya yang ikut manunggal, serta tidak mudah berpindah dalam menentukan sosok pemimpinnya. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya