Berita

ilustrasi/net

Rumah Kaca

Inilah Puisi Mengapa Kita Mendukung Jokowi

KAMIS, 15 MEI 2014 | 09:08 WIB | OLEH: DENNY JA

KARENA rindu politik yang berdaulat
Karena mimpikan ekonomi berdikari
Karena dambakan budaya berkepribadian
Karena menghayati Trisakti Bung Karno
Maka kami merapat di belakang Jokowi


Sahabat, presiden baru akan menentukan bulat dan lonjong, asam dan manis Indonesia
Masa depan negri terlalu riskan
Jika yang terpilih bukan tokoh
Yang kita percaya personality dan programnya

Saatnya lupakan perbedaan
Aktif mengkampanyekan pemimpin
Adalah hak kita sebagai warga negara
Tak perlu ijin siapapun
Hak itu dilindungi konstitusi
Sehat untuk demokrasi

Ayo menangkan Jokowi
Menangkan Indonesia untuk semua
Indonesia Tanpa Diskriminasi [***]

Denny JA adalah pendiri Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia. Sejak mahasiswa Denny menggeluti dunia sastra. Belakangan Denny JA menulis lima puisi esai dengan judul "Atas Nama Cinta".  Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin pun memasukkan penggagas gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi menjadi salah satu 33 tokoh sastra yang berpengaruh.

Puisi ini merupakan jawaban atas ragam pertanyaan mengapa ia mendukung Jokowi. Dengan tegas, Denny mengatakan bahwa alasan ia mendukung Jokowi itu karena ideologi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya