Berita

Dunia

RI-Myanmar Sepakat Bebas Visa

MINGGU, 11 MEI 2014 | 18:20 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Indonesia dan Myanmar telah menyepakati pembebasan visa bagi pemegang
paspor biasa. Kedua negara menandatangani perjanjian pembebasan visa ini di sela-sela KTT ASEAN ke-24 yang digelar di Nay Pyi Taw, Myanmar pada hari ini (Minggu, 11/5).

Dokumen itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan rekan mitranya dari Myanmar U Wunna Maung Lwin.

"Penandatanganan ini diharapkan akan semakin mempererat konektivitas kedua negara terutama di sektor pariwisata, people-to-people contacts serta kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara," kata Marty.

"Penandatanganan ini diharapkan akan semakin mempererat konektivitas kedua negara terutama di sektor pariwisata, people-to-people contacts serta kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara," kata Marty.

Marty mengharapkan, kedua negara akan semakin membuka peluang meningkatkan
kerja sama dengan ditandatanganinya pembebasan visa.

Seperti dilansir Global Times, Jurubicara kepresidenan Myanmar, U Ye Htut mengatakan bahwa pembebasan visa bisa dimulai sejak bulan Mei ini.

Pembebasan visa antara Myanmar dan Indonesia ini dipandang sebagai bagian dari upaya ASEAN dalam memperkenalkan visa tunggal di wilayah tersebut.

Sebelum menggandeng Indonesia, Myanmar terlebih dahulu telah menandatangani perjanjian pembebasan visa dengan Brunei, Laos, Kamboja, Filipina dan Vietnam, dan saat ini negosiasi sedang berlangsung dengan Malaysia dan Singapura.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya