Berita

Irjen Dwipriyatno/net

Hukum

IPW: Kapolda Metro Kedodoran

MINGGU, 11 MEI 2014 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kapolda Metro Jaya Irjen Dwipriyatno dinilai kedodoran dalam menata keamanan dan ketertiban Ibukota Jakarta. Jangankan menata masalah di eksternal, Dwipriyanto justru direpotkan dengan masalah internal yang justru memalukan institusi kepolisian.

Masalah internal yang merusak citra Polri itu justru sudah terjadi di awal kepemimpinan Dwipriyanto. Yaitu usai serah terima jabatannya sebagai kapolda terjadi aksi brutal, Brigadir Susanto menembak mati atasannya Kepala Denam Polda Metro Jaya AKBP Pamudji pada 18 Maret 2014. Belum usai kehebohan ini pada 14 April 2014 terjadi operasi tangkap tangan di Ditlantas Polda Metro Jaya. Uang suap Rp 350 juta disita. Akibatnya terjadi bedol desa, sejumlah pejabat Ditlantas Polda Metro Jaya dimutasi dan "masuk kotak".

Indonesian Police Watch (IPW) mencatat, selama kepemimpinan Dwipriyanto terjadi dua peristiwa tahanan bunuh diri di kantor polisi. Selain itu aksi kejahatan bersenjata api juga masih menjadi sebuah ancaman di Jakarta.


"Jika melihat kinerja 50 hari kepemimpinannya, IPW pesimis Dwipriyanto akan mampu mengungkap sejumlah kasus penembakan terhadap polisi yang terjadi di era Kapolda Putut," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangannya, Minggu (11/5).

Masalah pelik yang belum tertangani adalah kemacetan lalulintas Jakarta. Polda Metro Jaya perlu membuat konsep jangka pendek yang komperhensif dalam mengatasi kemacetan lalulintas dan aksi-aksi perampokan yang marak belakangan ini, terutama perampok bersenjata api yang membunuh korban maupun saksinya. Jika tidak segera diatasi dikhawatirkan aksi bersenjata api ini akan menjadi ancaman bagi pelaksanaan Pilpres 2014.

Ke depan, kata Neta, Polda Metro Jaya, perlu memaksimalkan polsek sebagai ujung tombak penjaga keamanan masyarakat, dengan cara melakukan patroli rutin di daerah-daerah rawan dan strategis. Untuk itu Polri harus melengkapi polsek-polsek dengan mobil dan motor patroli serta fasilitas lain.

"Selain itu mobil-mobil patroli yang nongkrong 24 jam di depan Kedubes-kedubes dan rumah-rumah diplomat harus segera digerakkan agar mobilitasnya makin tinggi. Sebab tugas Polda Metro Jaya adalah menjaga keamanan seluruh masyarakat dan bukan hanya menjaga keamanan orang-rang tertentu," demikian Neta S Pane. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya