Berita

anas urbaningrum/net

Hukum

Wapres Mau Bersaksi di Pengadilan, Anas Bilang Layak Dihormati

KAMIS, 08 MEI 2014 | 18:27 WIB | LAPORAN:

Bekas Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, ikut mengomentari rencana dihadirkannya Wakil Presiden RI, Boediono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, besok (Jumat, 9/5).

Pak Boed akan bersaksi dalam sidang lanjutan perkara pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, dengan terdakwa Budi Mulya. Sidang berlangsung pukul 09.00 WIB besok.

Menurut Anas, selaku Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono sangat paham anatomi dugaan korupsi tersebut. Mulai dari pemberian FPJP hingga penetapan sebagai sistemik yang berujung pada pengucuran dana talangan.


"Sebagai Gubernur Bank Indonesia tentu Pak Boediono paling tahu tentang bagaimana proses keluarnya FPJP. Kemudian bersama Bu Sri Mulyani di KSSK, Pak Boediono juga tahu persis bagaimana keluarnya bail out. Kemudian diserahkan ke LPS," terang Anas usai menandatangani pelimpahan berkas perkaranya di kantor KPK, Jakarta, Kamis (8/5).

Di sisi lain, eks Ketum Partai Demokrat itu mengaku salut pada Boediono karena mau memberi kesaksian di pengadilan meski menjabat Wakil Presiden RI.

"Apakah akan ada konsekuensi hukum atau tidak pada Pak Boediono, itu urusan yang lain," ujar Anas.

"Tetapi sebagai seorang tokoh, Wakil Presiden dan bekas Gubernur Bank Indonesia, Pak Boediono layak mendapatkan respect (hormat)," terang Anas. [ald]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya