Berita

foto:net

Penyebab Monorel Mangkrak Versi PT Jakarta Monorail

SELASA, 06 MEI 2014 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Pihak PT Jakarta Monorail balik menuding justru Pemprov DKI yang mempersulit pengerjaan megaproyek Monorel dimulai, terutama berkaitan skema bisnis yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua pihak.

"Kita awalnya bikin bussines plan dengan penumpang 250 ribu per hari, terus Pemprov bilang nggak mungkin, kebanyakan," beber Direktur Utama PT JM, John Aryananda di hotel Four Season, Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (6/5).

Skema bisnis baru tersebut ditolak oleh Pemprov. Belakangan PT JM coba mengajukan keuntungan non tiket dengan penjualan area komersil seperti kios di stasiun dan iklan.


"Namun lagi-lagi ditolak Pemprov, kajian bisnis kita untuk menjalankan bisnis selama 50 tahun dinilai terlalu besar mengambil keuntungan, padahal kita sudah buka rahasia hitung-hitungan bisnis kita,” lanjutnya.

Pembahasan PKS pun melambat karena Pemprov DKI juga menyiapkan aturan baru. Aturan dalam PKS ini sebetulnya sudah berkali-kali diubah sejak tahun 2004. Di antaranya mengenai kerja sama pemerintah dan swasta (KPS) dan aturan perkeretaapian.

"Ini kan harus teliti, misalnya untuk stasiun, kita gunakan ruang udara ke atas, tapi aturan yang digunakan sama seperti aturan jembatan mal seperti di Glodok, di Pasar Baru, Pondok Indah Mall, dan Grand Indonesia, itu kan beda. Kita ini untuk transportasi, bukan untuk mall," terangnya.

Aturan lain yang menghambat, menurut John, terkait depo untuk parkir dan perawatan Monorel yang membutuhkan lahan seluas 7-10 hektar di dalam kota.

"Oke, andai kata Pemprov DKI tidak sediakan, kita bisa sewa atau beli tapi izinnya itu tidak bisa keluar," katanya mempertanyakan.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya