Berita

Dahnil: Tantangan Terberat Presiden Mendatang Perbaiki Daya Saing

SELASA, 29 APRIL 2014 | 21:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Produk dan komoditi  lokal  akan sulit bersaing dengan produk maupun komoditi dari negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapora, Vietnam dan Thailand maupun Filipina. Mengingat Indonesia masih dihadapkan pada masalah competitiveness atau daya saing ekonomi yang masih buruk, dibandingkan dengan negara-negara tersebut.

"Akibatnya, Indonesia sekedar menjadi pasar bagi negara-negara tetangga," jelas pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjuntak (Selasa, 29/4).

Karena itu menurutnya, tantangan ekonomi Indonesia pada tahun depan sangat berat. Kecenderungan Indonesia tidak siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku pada tahun 2015 sudah terang bisa dilihat.


"Menghadapi MAE, kita paling siap menjadi pasar bagi negara ASEAN lainnya. Tapi tidak sebagai produsen bagi pasar negara lain, mengingat lemah dan buruknya daya saing Industri lokal kita karena ekonomi biaya tinggi akibat buruknya infrastruktur, perizinan dan masalah ketenagakerjaan," jelas dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.

Makanya, salah satu tantangan terberat Presiden terpilih 2014 ini adalah memperbaiki daya saing tersebut, yang menurutnya sangat tidak mudah. Karena membutuhkan sosok yang mampu mengharmonisasikan dan mengkoordinasikan pembangunan antar daerah.

"Karena era otonomi daerah sulit Presiden merealisasikan akselerasi pembangunan tanpa memiliki kemampuan mendorong kepemimpinan di daerah yang affirmatif kepada pembangunan ekonomi bagi rakyat," demikian Dahnil. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya