Berita

Adhie Massardi: SBY Tidak Boleh Keluarkan Kebijakan Strategis!

KAMIS, 10 APRIL 2014 | 15:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengakuan SBY atas kekalahan Partai Demokrat yang dipimpinnya dalam pemilu legislatif (pileg) 2014 harus dibarengi dengan langkah politik yang nyata. Jangan hanya untuk pencitraan agar terkesan seolah-olah ksatria.
 
Begitu disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi kepada wartawan di Jakarta siang (10/4) ini.

Konsekuensi pengakuan kekalahan itu, kata Adhie, SBY sebagai presiden tidak lagi mengeluarkan kebijakan strategis, yang bisa berdampak kepada pemerintahan selanjutnya. Seperti kebijakan moneter atau perpanjangan kontrak karya (KK) sumber daya alam seperti Freeport.
 

 
Adhie mengingatkan parpol pemenang pemilu agar selain meminta SBY tidak membuat kebijakan strategis, juga mengawasi supaya rezim ini tidak menggunakan kesempatan di penghujung kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan golongan.
 
"Ingat, rezim Soeharto membobol Bank Indonesia ratusan triliun rupiah lewat BLBI di akhir kekuaasaannya. Perppu No 4 Tahun 2008 yang menjadi dasar hukum rekayasa bailout Bank Century dikeluarkan SBY di akhir masa kekuasaan (periode pertama)," ungkap jubir presiden era Gus Dur ini.
 
"Saya mendengar rezim SBY akan segera memperpanjang kontrak karya PT Freeport hingga 2041. Ini harus dibatalkan. Karena selama ini perusahaan tambag emas milik AS ini sudah sangat merugikan bangsa Indonesia," pungkas Adhie.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya