Berita

Politik

Pemilu 2014 Momen Tepat Hentikan Politik Liberal

SELASA, 08 APRIL 2014 | 18:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perpolitikan Indonesia saat ini adalah buah dari produk undang-undang yang liberal. Di mana pengaruh besar terhadap konstituen partai dan calon legislatif secara langsung mendidik pemilih menjadi konstituen yang liberal.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Bidang Politik Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) Ananda Mustadjab Latip kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/4).

"Kini beredar di masyarakat bahwa sudah ada koordinator yang siap membagikan uang untuk memilih caleg tertentu. Kita harus mewaspadai serangan fajar. Bukan saatnya lagi yang berkuasa berdasarkan kekuataan uang, semua elemen masyarakat harus memantau itu," bebernya.


Ananda menjelaskan, sejak era kejatuhan Soeharto karena krisis moneter, lembaga moneter dunia pun ikut campur tangan dalam melakukan perubahan undang-undang. Tak heran jika perpolitikan Indonesia saat ini sangat liberal. Pengaruhnya terasa saat partai sudah tidak bertanggungjawab lagi atas kualitas anggotanya di parlemen.

Selain itu, dampak dari pemilihan langsung adalah munculnya caleg yang tidak mempunyai visi kerakyatan, mereka menjadikan pertarungan dalam meraup konstituen sebagai jenjang untuk menaikkan kelas sosial secara pribadi.

"Dampak lain adalah munculnya caleg boneka yang pencalegannya dibiayai oleh bandar tertentu. Dengan berspekulasi dan kepentingan bisnis semata," jelas Ananda yang juga caleg DPR DKI Jakarta dari PDI Perjuangan.

Untuk itu, dia berjanji akan menciptakan sistem transparansi APBD DKI Jakarta agar bisa diakses masyarakat. Pasalnya, selama ini, informasi mengenai anggaran tersebut tidak diketahui masyarakat dan sangat tertutup.

"Saya pun tak dapat mengakses dan detailnya tidak diberitahu. Kita tidak tahu untuk apa saja anggaran digunakan. Bila rincian anggaran itu dibuka, tentu itu ada efek positif dan negatifnya," jelas Ananda.

Diapun berharap agar warga Jakarta Selatan, khususnya Dapil VIII dapat bersama-sama mewujudkan kemenangan rakyat ibu kota.

"Untuk membangun Jakarta yang berkualitas maka dibutuhkan wakil rakyat yang mumpuni, memiliki program dan visi kebangsaan yang jelas," demikian Ananda.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya