Berita

PDIP dan Golkar Tetap Butuh Koalisi

SELASA, 08 APRIL 2014 | 13:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDIP, Golkar, Gerindra dan Demokrat diprediksi akan menjadi empat besar partai peraih suara terbanyak pemilu 2014. PDIP, Golkar dan Gerindra sudah mendeklarasikan capresnya masing-masing, sementara Demokrat masih menunggu hasil konvensi.

Menurut pengamat politik dari Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Janty Jie, sehebat apapun PDIP dan Jokowi, mereka tidak bisa berdiri sendiri tanpa koalisi. Begitu pun Golkar dan Aburizal Bakrie, harus merangkul tokoh populer untuk mendongkrak elektabilitasnya.

"Jokowi masih memiliki beberapa kekurangan yang harus dilengkapi dengan cawapresnya. Sementara ARB juga harus melirik Mahfud MD atau Khofifah misalnya yang mempunyai basis massa ideologisnya," papar Janty Jie dalam diskusi jelang pileg 9 April bertema ‘SIPerubahan.com Goes to Campus: Prospek Koalisi Menuju Pilpres 2014’ di Universitas Paramadina Jakarta (Selasa, 8/4).


Dia mengatakan dalam sistem politik di Indonesia sekarang, tidak mungkin seorang presiden berdiri sendiri. Karenanya, PDIP, Golkar dan Gerindra harus melirik Demokrat sebagai partner koalisi, mengingat Demokrat masih berkuasa dan presiden SBY masih mempunyai pengaruh kuat.

Sementara itu menurut dia, Gerindra masih membutuhkan bantuan partai lain untuk berkoalisi agar memenuhi batas ambang suara presidential threshold sehingga bisa mencapreskan Prabowo Subianto.

"Cawapres yang paling ideal bagi Prabowo adalah Gita Wirjawan yang memiliki jaringan ekonomi internasional. Tidak mungkin Prabowo berpasangan dengan Pramono Edhie Wibowo yang juga militer atau Dahlan Iskan yang hanya populer karena medianya," papar alumni Postdam University Jerman itu.

Pembicara lainnya, pengamat Politik Universitas Paramadina Emil Radhiansyah mengatakan, kecenderungan koalisi pilpres 2014 adalah partai-partai kecil dan menengah akan merapat ke partai yang mendapatkan suara terbesar.

"Beda halnya jika partai yang keluar sebagai pemenang pemilu enggan membentuk koalisi yang gemuk. Jika ini yang terjadi, pemerintahan ke depan akan mendapatkan kesulitan dalam bargaining politik kinerja eksekutif dalam menyusun anggaran pemerintahan bersama parlemen misalnya," katanya.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya menyoroti konsep ekonomi yang perlu dipertimbangan dalam koalisi partai. Koalisi yang diideal perlu menciptakan “Kabinet Karya” yang tidak terlalu terpengaruh pada negoisasi kepentingan politik.

"Dalam Kabinet Karya, partai yang berkoalisi harus membentuk pemerintahan yang menempatkan figur-figur yang berkompeten dalam bidang masing-masing, termasuk dalam bidang ekonomi tanpa terpengaruh pada latar belakang politik dan keanggotaan partai," demikian Berly.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya