Berita

gita wirjawan

Gita Wirjawan Prihatin Kekerasan di Aceh Jelang Pemilu

SELASA, 08 APRIL 2014 | 07:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilu harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya menjadi ajang perpecahan. Pemilu hanya alat untuk mencapai satu tujuan bersama yakni Indonesia yang lebih baik.

Hal ini disampaikan kandidat calon presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan, Senin (7/4) di Jakarta. Menurut Gita, perbedaan ideologi dan kepentingan jelas ada antar perserta pemilu. Ada 12 partai politik ditambah 3 partai politik lokal di Aceh yang bertarung dalam pemilu.

Namun hal tersebut diharapkan jangan jadi benih perpecahan. “Apapun partainya, tujuannya pasti sama, menyejahterakan rakyat dan membawa Indonesia menjadi lebih baik,” kata mantan Menteri Perdagangan ini.


Jika sudah ada satu tujuan maka gesekan-gesekan yang berpotensi terjadinya perpecahan tentu bisa dihindarkan. Apalagi sebelum kampanye terbuka digelar, seluruh pemimpin partai politik telah menandatangani kesepakatan damai.

Gita menyesalkan masih adanya insiden kekerasan yang mewarnai pemilu kali ini seperti yang terjadi di Aceh. Beruntung pihak kepolisian bertindak sigap sehingga insiden itu bisa diredam dan tidak meluas.

Terhitung sejak awal pekan ini, masa tenang dimulai. Seluruh aktivitas kampanye ataupun rapat terbuka partai politik dilarang. Seluruh atribut kampanye juga diminta untuk dilepas sebelum pelaksanaan pencoblosan pada tanggal 9 April 2014.

Gita berharap masa-masa tenang ini benar-benar menjadi masa “tiarap” tanpa ada aktivitas politik apapun. Terlebih upaya politik uang yang dikahwatirkan terjadi pada masa tenang ini.

Bukan hanya sebatas pemberian uang tunai, namun juga pemberian iming-iming materi disertai arahan untuk mencoblos partai atau calon legislatif tertentu.

Cara-cara curang ini tentu harus bisa dicegah. “Pilih calon pemimpin yang benar-benar berkualitas, bukan karena uangnya,” ujar Gita. Siapun wakil rakyat yang jadi nanti bakal mempengaruhi wajah Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Terakhir, Gita mengajak kepada seluruh untuk bersama-sama ke tempat pemungutan suara.  “Jangan sampai golput,” kata Gita menegaskan.

Indonesia harus jadi lebih baik untuk lima tahun ke depan. Cukup sudah golput menjadi juara pada pemilu 2009 yakni lebih dari 30 persen. Indonesia harus bisa membuktikan diri sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia dengan cara menyukseskan pesta demokrasi secara jujur, adil, bebas, dan rahasia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya