Berita

Politik

Seleksi Caleg Terbaik MIPPK Menyesatkan

SENIN, 07 APRIL 2014 | 23:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Indonesia Pendukung Pemberantasan Korupsi (MIPPK) telah menyesatkan calon pemilih dengan menayangkan hasil seleksi Caleg Terbaik DPR RI dari masing-masing Dapil di seluruh Indonesia. Selain karena dikeluarkan pada masa tenang, para calon pemilih secara tidak langsung dituntun kepada asumsi bahwa selain yang terbaik, caleg lain tersangkut korupsi atau tidak bersih. Anggapan ini tidak mendukung terciptanya demokrasi yang sedang dibangun.

Begitu diungkapkan Maman Imanulhaq, kiai muda karismatis dari Pesantren Al Mizan, Majalengka, Senin (7/4). Sejak tiga hari lalu,  MIPPK dengan host para mantan pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Amien Sunaryadi, menayangkan hasil seleksi caleg DPR RI terbaik seluruh Indonesia berdasarkan Dapil melalui Youtube. Tayangan berdurasi 30 detik itu diklaim hasil seleksi dari 6607 caleg dari 77 Dapil seluruh Indonesia yang merebutkan 560 kursi.
 
Meskipun terpilih sebagai caleg terbaik DPR RI dari Dapil Jabar IX versi MIPPK, KH Maman Imanulhaq merasa tidak pas dengan tayangan tersebut. Alasannya adalah, metode seleksi dan kriteria yang digunakan dalam seleksi itu sama sekali tidak  dipaparkan. Dari kacamatanya, hasil seleksi versi MIPPK itu dapat membawa ke perpecahan dan kerukunan antar sesama.
 

 
"Agak aneh memang, mengapa dalam masa tenang, tiba-tiba keluar survai yang aneh. Saya memang diuntungkan dengan tayangan itu, namun bagaimana dengan yang lain? Terbaik itu apa artinya? Apakah karena tidak korupsi? Bagaimana dengan para caleg lain yang tidak termasuk kategori terbaik dan tidak korupsi? Apakah mereka bisa dianggap telah melakukan korupsi berdasar pada hasil seleksi?" tanya pegiat pluralisme dari NU itu.
 
Menurut Maman, bersamanya masih ada 119 caleg DPR RI lainnya yang ada di Dapil Jabar IX.  Sementara dari tayangan di youtube, MIPPK hanya mencantumkan 9 orang terbaik. Berarti yang dipertanyakan soal korupsinya ada 111 orang.  Kesembilan orang tersebut adalah caleg dari PKB dan Hanura masing-masing dua, Nasdem, PPP, PKS, PDIP dan PAN masing-masing satu.

"Lalu partai yang lain bagaimana? Apakah yang tidak terbaik, boleh dianggap terkait dengan korupsi?  Mas Chandra dan Mas Amien khan punya nama baik di bidang pemberantasan korupsi. Koq bisa mengeluarkan yang semacam ini? Dan mengeluarkannya tiga hari sebelum pemilu," ujar politisi PKB ini.
 
Sebelum ada tuntutan dari publik dan terutama dari para caleg lain, demikian tokoh pembela kelompok minoritas itu menegaskan, MIPPK sebaiknya segera menjelaskan masalah ini. Ia mengkhawatirkan, sekalipun mungkin tidak ada hubungannya secara langsung dalam hasil pemilu nanti, seleksi versi MIPPK dapat dianggap sebagai biang kerok oleh para caleg yang kalah.

Rahmad Pribadi, dari Partai Golkar, sebelumnya, juga menuduh hasil seleksi Caleg Terbaik DPR RI versi MIPPK tidak kredibel dan sarat muatan. Ditunjukan oleh lulusan Harvard University, dalam tayangannya di youtube untuk Dapil Yogyakarta, http://youtu.be/QFDim_tuIcE (Dapil Yogyakarta), Siti Hediati Soeharto (Titik Soeharto-red) dari partai Golkar terpilih sebagai Caleg Terbaik versi MIPPK. Namun  dalam tayangan tersebut tertulis Siti Hediati Soeharto berasal dari Partai PAN.[dem] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya