Berita

Seruan Eksponen Katolik: Jangan Golput!

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bagi umat Katolik di Indonesia, Pemilu 2014 merupakan momentum istimewa untuk memperbaiki kehidupan bangsa. Karena itu, umat Katolik di Indonesia diserukan untuk tidak memilih golongan putih ketika berada di dalam bilik suara nanti.

Seruan itu disampaikan lima eksponen umat Katolik di Indonesia dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu siang ini (6/4).

Kelima eksponen itu adalah Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik (PK), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI).


Seruan bersama itu ditandatangani Ketua Umum FMKI KAJ Veronica Wiwiek, Ketua Presidium ISKA Muliawan Margadana, Ketua PresidiumPMKRI Lidya Natalia, Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo, dan Ketua Presidium WKRI Yustina Rostiawati.

Menurut mereka ada dua hal yang membuat Pemilu 2014 istimewa. Pertama, karena merupakan tahap awal rangkaian suksesi kepemimpinan nasional yang puncaknya adalah pemilihan presiden di bulan Juli.

Kedua, karena ada kekecewaan terhadap lembaga legislatif dan eksekutif yang sarat prilaku korup. Juga keprihatinan terhadap konflik horizontal, ancaman terhadap minoritas, dan lemahnya wibawa pemerintah. Umat Katolik berharap terjadi perubahan yang signifikan dalam kualitas dan moralitas.

"Dengan sistem one man one vote, suara umat Katolik turut menjadi penentu hasil Pemilihan Legislatif. Adanya lebih dari 1.000 Caleg beragama Katolik (DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten)  dan umat Katolik sebagai pemilih di berbagai pelosok Nusantara merupakan tantangan bagaimana agar suara umat Katolik benar-benar memilih calon yang berkualitas," tulis kelima eksponen Katolik ini.

Karena itulah mereka menyerukan agar semua umat Katolik menolak golput. Sementara hierarki gereja diminta untuk secara terus menerus dan nyata menegakkan, menjaga, serta menghembuskan prinsip-prinsip pemilu yang bermoral dan beretika, hingga transaksi politik dan money politic dapat disadari serta ditolak oleh semua komponen bangsa.

"Calon anggota legislatif beragama Katolik agar tetap teguh memegang nilai-nilai etika serta kebangsaan , dengan mengutamakan dialog dengan berbagai unsur masyarakat dan menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi bangsa," seru mereka lagi.

Pada bagian lain seruan itu umat Katolik diminta melaksanakan hak pilih dengan mengutamakan nurani serta cerdas melihat partai politik serta calon anggota legislatif yang memiliki peluang besar untuk terpilih.

"Utamakan partai dan caleg yang memiliki integritas dan rekam jejak menjaga Pancasila, UUD’45, Bhinneka Tunggal IKA serta NKRI," demikian seruan itu. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya