Berita

JPPR: Masa Tenang Jatah Pemilih Membandingkan Kualitas Partai

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 07:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kemarin merupakan hari terakhir masa kampanye terbuka bagi partai politik. Mulai hari Minggu ini (6/4) sampai Selasa (8/4) adalah masa tenang dalam tahapan Pemilu 2014.

"Jadikan masa tenang, benar-benar masa tenang," ujar Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz pagi ini.

Dia menjelaskan, tujuan utama masa tenang agar pemilih mendokumentasikan seluruh janji politik partai dan calon, serta mempelajari lebih lanjut lagi untuk menentukan pilihan pada 9 April nanti setelah masyarakat mendapatkan materi dan informasi kampanye Pemilu dari masing-masing partai politik.


"Masa tenang adalah jatahnya masyarakat pemilih untuk merenung dan membandingkan kualitas satu partai dengan partai lainnya, satu calon dengan calon lainnya," bebernya.

Renungan pemilih ini membutuhkan ketenangan dan kedamaian sehingga tidak boleh satupun partai politik dan calon untuk mempengaruhi pilihan pemilih melalui kampanye karena jatah waktunya sudah habis.

Dia mengingatkan, masa tenang harus dimanfaatkan benar-benar untuk menciptakan ketenangan. Masa tenang bukan justru dimanfaatkan untuk kampanye terselubung agar terhindar dari pelanggaran Pemilu. Partai politik dan calon harus benar-benar meredam keinginan buruknya untuk memenangkan Pemilu dengan menghalalkan segala cara.

"Tidak ada satupun niat dan rencana intimidatif yang ada dalam benak partai politik dan calon untuk merebut simpati pemilih dan mendapatkan kursi," tandasnya. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya