Berita

Larangan KPK Tidak Mencairkan Bansos Tepat

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 01:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesian Audit Watch (IAW) mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta kementerian tidak mencairkan dana bantuan sosial (Bansos) jelang pemilihan umum 2014.

"Kami yakin itu dilakukan KPK setelah menemukan modus negatif atas penggunaan Bansos. Kami menduga sikap KPK ini dilatarbelakangi adanya persekongkolan politik besar yang melibatkan DPR, BPK, dan kementerian seperti Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan," kata Ketua Pendiri IAW Junisab Akbar dalam siaran pers yang diterima redaksi, tadi malam (Sabtu, 4/4).

Junisab mengatakan imbauan larangan KPK ini perlu didukung publik karena pada akhirnya target lahirnya managemen pengelolaan keuangan negara bisa dicapai. Dicontohkan Junisab, sejak awal November 2013, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan memarakkan dan mendukung agar pemerintah daerah (pemda) di Indonesia menggunakan dana bantuan sosial seperti bantuan siswa miskin (BSM).


"Dari lembaran data BPK yang diberi nama pemantauan dana BSM terlihat bagaimana anggota BPK bersama-sama dengan anggota DPR RI khususnya di Komisi XI dan struktur di Kementerian melakukan road show agar dana Bansos itu segera digunakan," paparnya.

Menurut Junisab, kehadiran Deputi dan salah satu komisioner KPK dalam road show itu semakin meneguhkan dan mempercepat sikap KPK untuk melarang perilaku pejabat negara yang senang mendorong percepatan penggunaan dana Bansos yang jumlahnya triliunan rupiah.

"Dalam waktu dekat ini kami akan membongkar modus persekongkolan oknum petinggi BPK dan anggota Komisi XI yang bertujuan untuk saling mengamankan posisi politiknya dengan menggunakan instrumen penyerapan uang negara," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya