Berita

Kampus Tidak Boleh Membiarkan Lawan Pancasila Berkembang

JUMAT, 04 APRIL 2014 | 21:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa menyatakan perlunya mengokohkan jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda. Saat ini menurut dia telah terjadi intrusi bahkan invasi nilai-nilai dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai nasionalisme.

"Paham liberalisme dan individualisme dengan mudahnya menjadi santapan mahasiswa, bahkan tak jarang dasar-dasar paham tersebut dikuliahkan di kampus-kampus. Kampus tidak boleh melakukan pembiaran terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila. Nasionalisme harus diperkokoh," ujar dia saat memberikan kuliah umum di IAIN Mataram Lombok, Jumat (4/4).

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini menjelaskan, kampus adalah tempat penggodokan generasi muda yang memiliki kualitas kepemimpinan dan integritas tinggi kepada bangsa. Sehingga kelak, ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka dapat menjadi agen sekaligus pelopor menebar semangat dan sikap nasionalisme.


Dijelaskan dia, sejarah mencatat bahwa lembaga pendidikan seperti kampus telah melahirkan banyak tokoh nasionalis. Adalah para pelajar dan mahasiswa yang digodok di kampus-kampus merombak zaman mengikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Semangat nasionalisme dipupuk dan disemai dalam diri para pelajar dan mahasiswa kala itu.

Ali Masykur Musa, seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi, mengatakan bahwa dalam nasionalisme terkandung makna persatuan dan cinta tanah air. Dengan semangat nasionalisme, kita dituntut benar-benar mengutamakan kepentingan nasional tanpa mengabaikan tanggung jawab global.

"Kampus adalah ujung tombak pengaderan generasi nasionalis. Ketajaman intelektual, sikap kritis, dan gairah berorganisasi mahasiswa bisa menjadi wahana meningkatkan integritas dan memupuk sikap nasionalisme sebagai generasi muda," terang Cak Ali.

Selain itu, terang Ketua Umum Ikatan Sarjana NU ini, masih banyak cara bagi kampus untuk menanamkan semangat dan sikap nasionalisme, diantaranya, memasukkan kurikulum pendidikan karakter.

"Harapan saya, jika pendidikan karakter sudah dilakukan, nasionalisme akan tumbuh dan bersemi. Mengangkat martabat bangsa bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi perjuangan semua. Mahasiswa harus disadarkan tentang tanggung jawab intelektualnya terhadap bangsa," harap Capres yang mengusung visi Indonesia Adil, Makmur, berMartabat (Indonesia AMM) ini.[dem] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya