Berita

marzuki alie/net

Acin, Aliong dan Junaidi Cs Menolak Kehadiran Marzuki Alie di Mangga Dua

JUMAT, 04 APRIL 2014 | 18:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ribuan pedagang dan karyawan menggelar unjuk rasa di pintu utama pusat perbelanjaan ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat sore ini (4/4).

Unjuk rasa digelar untuk menyambut kedatangan Ketua DPR, Marzuki Alie yang direncanakan mendatangi ITC M2. Namun, hingga menjelang Maghrib, batang hidug Marzuki Alie belum juga terlihat.

Laporan dari lapangan yang diterima redaksi menyebutkan sekitar seribuan pemilik sekaligus pedagang bersama karyawan toko ITC M2 berunjuk rasa persis di depan pintu utama.


Mereka membentangkan puluhan spanduk  yang berisi berbagai pesan seperti, "Pedagang Tolak Marzuki", "Jangan Ikut Campur Urusan Pedagang ITC M2", "Jangan Intervensi Proses Hukum yang Sedang Berjalan", "Kami Minta Keadilan", dan "Marzuki Melanggar Konstitusi, Mengadu Domba Demi Kepentingan Segelintir Pedagang".

Aksi ini berlangsung sekitar satu jam.

Selain membentangan spanduk, demonstran juga menyanyikan yel-yel "Pedagang Bersatu Tak Bisa Dikalahkan. Marzuki Kasian Deach Elo".

Kemarahan ribuan pedagang sekaligus pemilik kios menyambut kedatangan Marzuki Alie cukup beralasan. Ketua DPR dinilai terlalu ikut campur urusan pedagang dan melanggar konstitusi.

"Kami tidak pernah memberi mandat kepada siapa pun, termasuk kepada  Marzuki Alie atau Efendy Gazali dan Kontras untuk mencampuri, apalagi mengintervensi masalah internal kami di ITC M2," ujar seorang pedagang bernama Acin yang mewakili teman-temannya membacakan pernyataan sikap.

Pedagang memiliki mekanisme AD/ART yang dijamin oleh UU untuk menyelesaikan masalah di ITC M2, sambungnya.

"Tidak ada hak ataupun kewenangan  Ketua DPR atau Efendy Gazali atau  Kontras  dan siapa pun orang luar ITC M2 untuk mencampuri masalah internal kami," kata Acin berapi-api.

Acin juga mengatakan dirinya kecewa terhadap Marzuki Alie yang hanya mendengarkan suara segelintir pedagang yang berkunjung ke DPR beberapa waktu lalu.

"Anehnya, Marzuki justru tidak memberi kesempatan kepada mayoritas pedagang untuk berbicara. Ada apa ini? Inikah yang dinamakan demokrasi," ungkapnya. Pedagang lain, Aliong, mengatakan kenaikan service charge sebesar Rp 80 ribu per bulan bukan masalah bagi mayoritas pedagang sekaligus pemilik kios di ITC M2. Sebab, kata dia, harga jual maupun sewa kios ITC M2 setiap tahun mengalami kenaikan.

"Kami sadar  kenaikan service charge  tidak terelakkan. Saudara - saudara kami yang selama ini bekerja sebagai tenaga security dan cleaning service sudah semestinya menikmati kenaikan gaji.  Apalagi Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta sudah naik beberapa kali," jelas pemilik kios di lantai IV ITC M2.

Junaidi, pedagang lainnya, menyesalkan kerisuhan yang terjadi setiap service charge dinaikkan.

"Sudah tiga tahun, service charge di ITC M2 tidak naik. Anehnya, setiap ada kenaikan,  selalu orang yang sama jadi provokator di sini. . Kalau tidak mau dagang atau punya kios di sini, ya jual saja kiosnya kepada kami. Jangan bikin kisruh!  Gitu saja kok repot!" kata dia.

Pedagang ITC M2, sambung Junaidi, hanya ingin berdagang untuk mencari nafkah hidup.

"Pelanggan ramai, harga kios naik. Semua ini bisa terwujud kalau suasana di ITC Mangga Dua tidak ricuh. Jangan hanya gara-gara ulah 35 pedagang, ribuan pedagang lainnya menjadi terganggu mencari nafkah. ITC M2 tempat kami cari makan, bukan ajang politik," tambahnya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya