Berita

Ramah Tamah Dubes Yusron dan Kaisar Akihito Berlangsung Rileks

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 23:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dubes Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dan istri Dewi Lusiana tiba di Istana Kaisar Jepang untuk menghadiri undangan Kaisar Akihito dan Ratu Mchiko, Kamis sore (13/4).

Undangan ini dimaksudkan sebagai acara ramah-tamah dengan Kaisar dan Ratu selepas penyerahan Surat Kepercayaan (Letter of Credential) kepada Kaisar yang dilakukan Dubes Yusron sekitar satu bulan sebelumnya.

Berbeda dengan saat penyerahanan Surat Kepercayaan yang dilakukan dalam bentuk upacara resmi kenegaraan, kali ini acara berjalan dalam suasananya lebih rileks dan diselingi suguhan minuman kopi dan teh. Faktor bahasa boleh jadi merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana rileks tersebut.


Jika saat penyerahan Surat Kepercayaan Dubes Yusron memilih menggunakan Bahasa Indonesia, kali ini pembicaraan dilakukan dalam Bahasa Jepang sehingga dapat berjalan spontan tanpa interupsi oleh penerjemah dan juga tanpa jarak budaya yang terlalu lebar akibat faktor bahasa.

Di luar topik resmi seperti soal Pemilu, dialog Dubes Yusron dengan Kaisar banyak menyangkut kehidupan sehari-hari. Kaisar, misalnya, bertanya tentang masa-masa saat Dubes Yusron mengambil S2 dan S3 di Universitas Tsukuba, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan darat dari Tokyo.

Kaisar juga sempat bercerita tentang kunjungannya ke Indonesia pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto dan juga tentang kenangan manis saat menginap di Istana Bogor dan Istana Tampak Siring di Bali.

Sementara itu, Ratu Michiko banyak bercerita tentang kebudayaan Indonesia, terutama tentang Angklung dan lagu Bengawan Solo.

"Saya amat menyukai Angklung dan amat gembira ketika di masa lalu kami mendapat satu set Angklung sebagai cinderamata dari Pemerintah Indonesia," ujar Ratu kepada  istri Dubes Yusron, seperti terulis dalam rilis yang dikirim KBRI di Jepang.

Menurut Ratu, Angklung itu masih ada di Istana Kaisar dan mereka memainkannya pada saat-saat tertentu.

Baik Ratu atau pun Kaisar sempat berbicara tentang Bunga Sakura yang sedang mekar. Pada sisi tertentu di halaman Istana, keindahan Bunga Sakura dapat dinikmati oleh masyarakat umum.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya