Berita

Gus Romli: NU Jangan Hanya Jadi Penonton

RABU, 02 APRIL 2014 | 20:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pesta demokrasi 9 April dan Pilpres 9 Juli mendatang merupakan momentum tepat untuk melakukan perubahan bagi bangsa Indonesia, utamanya bagi umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk terbesar di Indonesia. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama harus terlibat aktif dalam agenda lima tahunan tersebut.

"Teman-teman NU harus berperan aktif dalam perubahan ini. Tidak bisa hanya menjadi penonton. Tidak bisa hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara setelah itu ditinggalkan," ajak Capres Konvensi Rakyat DR. Rizal Ramli di hadapan 200 kiai se DKI Jakarta dalam acara Sarasehan Nasional Ulama Pondok Pesantren dan Cendikiawan di Pasantren Mithaful Ulum, Jalan Madrasah, Cipete, Jakarta Selatan (Rabu, 2/4).

Menurut Rizal yang dikalangan NU disapa Gus Romli, warga NU harus kompak, bersatu dan pro aktif untuk perubahaan Indonesia yang lebih baik. Saat ini peran aktif NU bisa dilakukan dengan mendorong sekaligus melahirkan kepemimpinan nasional yang tegas dan terbukti memperjuangan visi kebangsaan yang pro rakyat.


Menurut santri dan sahabat Gus Dur ini, peran aktif NU dalam melahirkan kepemimpinan nasional ke depan akan menjadi sumbangan panjang NU terhadap bangsa dan negara. NU, misalnya, pernah menyelamatkan Republik ini pada masa perjuangan kemerdekaaan. Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya tak bisa dilepaskan dari peran warga NU. Pada masa itu, NU mengeluarkan maklumat Revolusi Jihad yang memerintahkan warga NU untuk berjuang demi kemerdekaan RI.

"Sekarang teman-teman NU harus merumuskan apa yang harus dilakukan pemerintahan mendatang, apa yang bisa membawa kemakmuran bagi rakyat. Panggil capres-capres yang ada, sodorkan kepada mereka konsep perbaikan yang harus dilakukan. Kalau berani teken kontrak, dukung bersama-sama. Jangan mendukung sendiri-sendiri setelah itu ditinggalkan dan teman-teman NU tetap tidak mengalami perubahan," demikian Rizal Ramli yang pernah menjabat Menko Perekonomian pada masa Pemerintahan Gus Dur.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya