Berita

Politik

Sudah Pasti SBY Tidak Rela Membubarkan Demokrat

SELASA, 01 APRIL 2014 | 15:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Desakan agar Partai Demokrat dibubarkan kembali mengemuka. Kali ini disampaikan jelang pelaksanaan pemilu legislatif pekan depan.

"Partai Demokrat sudah sepantasnya dibubarkan," kata aktivis 77/78 Syafril Sofyan kepada redaksi (Selasa, 1/4).

Menurut Syafril, Demokrat telah menerima aliran dana haram dari proyek Hambalang saat kongres di Bandung 2010 lalu, sebagaimana disampaikan Ketua KPK Abraham Samad. Pekan ke empat Juli 2013, Abraham menyatakan bahwa penyidik mengantongi bukti aliran dana korupsi ke kongres Partai Demokrat, dimana dana tersebut dipergunakan sebagai pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum.


Adanya aliran dana Hambalang ke kongres Demokrat juga sudah diakui sejumlah saksi yang diperiksa penyidik KPK antara lain anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Ruhut membenarkan adanya aliran dana proyek Hambalang yang dibagikan ke setiap Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat menjelang digelarnya kongres.

Aliran dana haram Hambalang ke kongres Demokrat juga disebut dalam dakwaan yang disusun Jaksa KPK terhadap terdakwa Hambalang, Deddy Kusdinar.  

Masalahnya, kata Syafril, bisa dipastikan pembubaran partai Demokrat tidak bisa dilakukan karena aturan Undang-undang. Pasal 68 ayat (1) UU No 24/2003 tentang Pembubaran Partai Politik menyebutkan pembubaran partai politik bisa dilakukan asal pemerintah sebagai pemohonnya.

"Tentunya hal yang mustahil SBY mau memohon pembubaran partainya. Walaupun seandainya secara terang benderang terbukti menerima dana haram, dipastikan SBY tidak akan rela mengajukan pembubaran partai yang didirikannya," demikian Syafril.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya