Berita

gita wirjawan/net

Indonesia Berpeluang Masuk Kelompok G8

MINGGU, 30 MARET 2014 | 21:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia sangat berpeluang masuk kelompok G8 atau negara-negara industri utama dunia. Saat ini Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar 15 dunia, dan satu-satunya negara ASEAN yang masuk G20.

Demikian pandangan Capres Konvensi Partai Demokrat Gita Wirjawan seperti dikicaukan Tim GITA 2014 dalam akun twitter @GWirjawan.

"Secara kumulatif, dalam 20 tahun ke depan, kita bisa masuk 8 besar, bahkan nomor 7 dunia," kicaunya.


Dalam pandangan Gita, ada yang harus dicapai terlebih dahulu agar kita bisa masuk kelompok G8. Yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, pemerataan dari ujung barat sampai ujung timur dan masalah pendidikan.

"Ekonomi kita tumbuh 6% pertahun, secara kumulatif 20 thn akan jadi 360 triliun dolar, konsusmsi kita 60% dari PDB, dengan begitu sangat mungkin generasi muda kita bisa membangun bisnis," kata Gita.

Dalam catatan Gita, guru kita 40% belum sarjana. Tapi masalah ini bisa disikapi dengan kebijakan fiskal. Masalah lain yang harus diatasi guru kita banyak tapi penyebarannya belum merata ke semua daerah.

"Kita juga perlu berkaca dari Singapura. Mereka punya sekolah kejuruan yang hebat. Ini juga harus serius disikapi. Kita bisa ciptakan D1, D2, D3, S1, S2, S3 yang memiliki sertifikat profesional agar segera tercipta industrialisasi," papar Gita.

Terkait UKM, kata Gita, perlu ditumbuhkan dan didorong bagi terciptnya UKM-UKM baru. Terkait masalah ini kuncinya ada di perbankan. Perlu ditingkatkan akses modal dan mitigasi resiko dari perbankan bagi UKM.

"Saya sadar masalah UKM kita adl akses ke bank. Saya pernah mengusulkan bagaimana kita bisa transaksi uang semudah transfer pulsa," papar mantan Menteri Perdagangan ini.

Lebih lanjut dikatakan Gita, tahun lalu negara kita defisit di sektor migas sebesar 8 miliar dolar AS. Tapi kita juga surplus 12 miliar dolar AS dari sektor non-migas. Artinya, sektor migas harus dibenahi agar tidak ada lagi impor minyak bumi.

"Saya juga mengusulkan tax holiday bagi pelaku industrialisasi. Saya percaya suku bunga akan turun kalau ekonomi kita terus bergerak," demikian Gita.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya