Berita

Jelang Pemilu, Kiai Dikumpulkan di Sukorejo

KAMIS, 27 MARET 2014 | 15:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jelang pemilu, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengumpulkan ratusan kiai pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur, di Pondok Pesantren Sukorejo, Sukorejo, Probolinggo, 29-30 Maret 2014.

Sekretaris Jenderal Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu mengemas pertemuan itu dalam bentuk konferensi internasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Rencananya, acara tersebut bakal dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Wakil Menteri Luar Negeri Wardhana.

Hasyim Muzadi mengatakan, acara tersebut punya beberapa tujuan. Yaitu untuk dalam negeri, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada kalangan pimpinan pesantren tentang demokrasi yang kini perkembang di Indonesia.


"Nilai Pancasila kini ditinggalkan orang karena budaya politik dan hukum. Demokrasi politik sekarang tak seimbang dengan perkembangan demokrasi ekonomi," katanya kepada wartawan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (27/3).

Menurutnya, demokrasi sekarang sedang dikuasai oleh pemilik modal. Akibatnya yang berkembang di Indonesia saat ini adalah demokrasi transaksional. "Maka tanggung jawab dari orang yang terpilih hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah mengembalikan Indonesia ke nilai-nilai Pancasila," terang kiai asal Bangilan Tuban ini.

Acara tersebut, katanya, sengaja digelar di pesantren Sukorejo yang terbesar untuk wilayah timur Jawa Timur. Pesantren itu pulalah yang menjadi saksi sejarah lahirnya khittah NU saat Muktamar NU pada 1984. 

"Di pesantren ini pula NU memutuskan hubungan antara agama dan negara serta agama dan Pansila. Saat itu, NU yang dipimpin Kiai Ahmad Shiddiq menjadi satu-satunya ormas Islam  yang mengakui Pancasila sebagai bentuk negara," katanya.

Selain itu, katanya, kegiatan tersebut juga punya tujuan untuk level internasional. Yaitu soal perdamaian di kawasan Timur Tengah. Karena itulah, acara ini juga mengundang sejumlah pembicara dari Timur Tengah. Yaitu Syiria, Qatar, Maroko, Aljazair, dan Irak.

"Kami ingin melihat perkembangan Timur Tengah setelah Arab Spring yang masih ditandai dengan pergolakan di Mesir dan Syiria," terangnya.

Terkait itu, Hasyim mengatakan, melalui acara itu pihaknya ingin mengingatkan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa moderasi adalah jalan yang terbaik untuk menciptakan perdamaian di dunia. "Untuk umat Islam di Indonesia, kita ajak kembali ke Islam moderat yang rahmatan Lil alamin," jelasnya.

Selama ini, katanya, ICIS yang dipimpinnya telah mengembangkan pengertian dan implementasi Islam yang rahmatan, promosi Pancasila di luar negeri sebagai alternatif ideologi negara pluralis  tanpa terikat dengan selularisme atau fondamentalisme. 

"Di dalam negeri ICIS menangkal terorisme global yang masuk ke Indonesia dengan pencerahan ahlussunnah dan faham moderat. Semua langkah ini menuju terjadinya moderasi nasional dan internasional," kata Hasyim yang menegaskan lebih dari itu melalui acara tersebut dirinya ingin mengangkat kembali marwah NU, kiai dan ulama Indonesia yang belakangan dinilai oleh pihak luar negeri mengalami penurunan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya