Berita

ilustrasi/net

Pola Pikir Masyarakat Jadi Hambatan Utama Gerakan Kewirausahaan

SELASA, 25 MARET 2014 | 14:04 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menargetkan pada tahun 2014 ini jumlah wirausaha nasional menjadi 2 persen dari jumlah penduduk secara nasional.

"Sampai tahun 2013 jumlah wirausaha secara nasional sebesar 1,65 persen dari jumlah penduduk," kata Deputy Sumber Daya Manusia, Kemenkop, Prakoso Budi Susetyo, kepada wartawan sesaat sebelum acara Pemasyaratan Pemahaman Koperasi Melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2014 di Semarang, Jawa Tengah (Selasa, 25/3).

Dibanding Malaysia, kata Prakoso, Indonesia kalah dalam jumlah wirausahanya. Jumlah wirausaha Malaysia sebesar 3 persen dari jumlah penduduknya. Sedangkan jumlah wirausaga Singapura sekitar 7 persen dari jumlah penduduknya.


Koko, panggilan Prakoso Budi Susetyo mengatakan, tantangan paling utama GKN adalah pola pikir masyarakat Indonesia yang memandang rendah pekerjaan sebagai wirausaha. "Banyak masyarakat Indonesia menyekolahkan anaknya di sekolah atau perguruan tinggi bermutu namun hanya untuk menjadi pegawai negeri atau pegawai kantor swasta.

"Padahal berwirasusaha jauh lebih bagus dan menguntungkan," kata dia.

Selain itu, kata Koko, sebagian besar masyarakat ingin berwirasusaha di kota-kota besar, padahal di desa sangat bagus untuk berwirausaha. "Pulanglah ke desa, berwirausahalah di desa," kata dia.

Permasalahan lain yang membuat rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk berwirausaha adalah tidak adanya modal. Untuk itulah, kata Koko, pemerintah melalui Kemenkop menyiapkan dana bantuan sosial (bansos) untuk membantu orang berwirausaha di mana setiap orang yang berwirausaha akan mendapat bantuan dana secara cuma-cuma maksimal sebesar Rp 25 juta.

"Untuk mendapatkan dana itu melalui test khusus. Jadi tidak langsung dapat," kata dia.

Ia mengatakan, tahun 2013 Kemenkop menyalurkan dana bansos untuk masyarakat berwirausaha sebesar Rp 5 miliar yakni untuk 3.860 orang. Tahun 2014 dianggarkan dana bansos untuk ini sebesar Rp 54 miliar untuk sekitar 5.000 orang ingin berwirausaha. [ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya