Berita

Salim Segaf Al Jufri/net

Nusantara

Menteri Salim Terus Genjot Kesos di Daerah Tertinggal

MINGGU, 23 MARET 2014 | 07:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penetapan daerah tertinggal adalah berdasarkan kriteria dimana masyarakat dan wilayah relatif tidak berkembang, dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Termasuk dari perekonomian masyarakat, kualitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, kemampuan keuangan lokal, serta tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap berbagai program pembangunan.

Melalui Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 06.B/HUK/2010, Menteri Sosial telah menetapkan 50 kabupaten menjadi prioritas Kementerian Sosial Tahun 2010 hingga 2014.

"Penyelenggaraan kesejahteraan sosial di 50 Kabupaten Tertinggal merupakan bagian dari kontrak kinerja saya selaku Menteri Sosial dengan Presiden Republik Indonesia," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam Workshop Exit Strategy Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Tertinggal di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (22/3).


Namun, dalam pelaksanaannya tentu terdapat kendala, di antaranya konsep intervensi berbasis masalah atau berbasis kewilayahan, belum adanya rencana aksi terintegrasi, dan indikator keberhasilan belum disepakati. Juga, penentuan lokasi terkadang tidak sesuai prioritas daerah, sistem pengendalian dan evaluasi belum efektif, serta belum adanya keterpaduan pembiayaan antara APBN dan APBD.

"Untuk mengkukur keberhasilan penyelenggaraan kesejahteraan sosial (kesos) di 50 kabupaten tertinggal, ada tiga aspek yaitu output, outcome dan impact, " ungkapnya.

Aspek output merupakan indikator dari penurunan angka kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya, peningkatan kualitas hidup dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, keberdayaan masyarakat dari sisi aktualisasi diri dan masyarakat sebagai komunitas hidup bersama di suatu wilayah, serta ketahanan sosial masyarakat.

Aspek outcome adalah indikator dari masyarakat yang ramah PMKS, dari sisi intensitas persuasi dan aksesibilitas, masyarakat apresiatif dari sisi kesadaran, tanggung jawab dan peran aktif, pemanfaatan sumber sosial ekonomi berkelanjutan, maupun mekanisme pencegahan dan penanganan masalah sosial secara swadaya.

Sementara aspek impact merupakan indikator dari pengendalian bobot dan pertumbuhan masalah sosial melalui pengembangan pelayanan sosial terpadu, peningkatan cakupan pelayanan (coverage rate), derajat pendayagunaan potensi dan sumber masyarakat, maupun peran aktif masyarakat dalam penanganan masalah kesos.

Acara workshop ditargetkan mampu meningkatkan jangkauan dan kualitas penyelenggaraan kesos, meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesos dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di kabupaten tertinggal.  Selain itu, diharapkan menghasilkan pemetaan, baik kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam kurun 2010 hingga 2014. Sekaligus disepakati formulasi rencana aksi dalam peningkatan kualitas pada 2015 hingga 2020.

"Segala upaya untuk penyelenggaraan workshop ini, saya apresiasi inisiatif dari Badiklitkesos," tandas menteri asal PKS ini dalam rilisnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya