Berita

prabowo subianto

Prabowo: Kehidupan Kita Kini Sama Persis dengan Zaman VOC

MINGGU, 16 MARET 2014 | 01:07 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Dalam silaturahmi dengan pimpinan media Jawa Pos Group di padepokannya di Bojong Koneng, Bogor, Sabtu siang (15/3), Prabowo Subianto menjelaskan performa perekonomian Indonesia yang sesungguhnya tidak dapat disebut baik.

Misalnya, kekayaan Indonesia mengalami kebocoran dan kehilangan sebesar Rp 1.160 triliun setiap tahun. Kebocoran ini disumbangkan oleh kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar Rp 360 triliun, kebocoran APBN sebesar Rp 500 triliun, dan anggaran negara untuk subsidi energi sebesar Rp 300 triliun.

Perhitungan mengenai kebocoran di sektor pajak, sambung Prabowo, didasarkan pada PDB Indonesia sebesar 900 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 9.000 triliun. Dengan tax ratio sebesar 12 persen, sambungnya, pendapatan sektor pajak setiap tahun sebesar Rp 1.080 triliun. Sementara apabila tax ratio ditingkatkan menjadi 16 persen, maka seharusnya pendapatan negara dari sektor pajak sebesar Rp 1.440 triliun. Selisih kedua angka inilah yang disebut Prabowo sebagai kehilangan potensi penerimaan pajak.


Prabowo juga mengatakan bahwa dua per tiga kekyaan nasional Indonesia tidak berada di dalam negeri melainkan lari ke negara lain.

"Ini yang mendorong saya ke politik. Kita salah arah," ujarnya.

"Sadari usia remaja sudah tanda tangan siap mati untuk negara. Di ujung mau pensiun saya melihat kerusakan. Elit rusak, kebohongan setiap hari, korupsi merajalela, hakim mengkhianati kehormatan," kata Prabowo lagi.

Semua indikator tersebut, menurut hemat Prabowo, memperlihatkan bahwa Indonesia bukan negara merdeka.

"(Kehidupan) kita sama persis dengan zaman VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur). Saya membaca buku Bung Karno, Indonesia Menggugat, masalah yang dihadapi bangsa kita saat itu sama dengan yang kita hadapi sekarang," demikian Prabowo. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya