Berita

Parlemen Putuskan Referandum untuk Tentukan Masa Depan Krimea

KAMIS, 06 MARET 2014 | 19:37 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia memasuki babak baru setelah Parlemen Republik Otonom Krimea memutuskan akan menempuh jalan keluar melalui referandum untuk menentukan masa depan negeri itu.

Jalan referandum itu diputuskan dalam rapat parlemen hari ini (Kamis, 6/3). Demikian dikutip dari CNN.

Pertanyaan dalam referendum itu sepintas akan sangat sederhana, yakni apakah Krimea tetap berada di bawah Ukraina sebagai republik otonom. Atau, apakah Krimea akan bergabung dengan Rusia.


Dalam sebulan terakhir ini, secara de facto, Krimea yang berada di selatan Ukraina dan berbatasan langsung dengan Rusia dan Laut Hitam berada di bawah kontrol negeri Vladimir Putin.

Referandum direncanakan digelar dalam 10 hari mendatang.

Sebesar 60 persen penduduk Krimea adalah orang Rusia. Krimea sempat berada di bawah Rusia sampai pada 1954 ketika pemimpin Uni Soviet ketika itu Nikita Khrushchev menyerahkannya kepada Ukraina.

Selain orang-orang Rusia, sekitar 25 persen lainnya adalah orang Ukraina, dan sekitar 12 persen adalah orang Tatar Krimea yang umumnya beragama Islam.

Parlemen Krimea akhir bulan lalu memilih pemerintahan baru yang pro Moskow, tak lama setelah pemerintahan nasional Ukraina yang pro Moskow ditumbangkan kelompok pro Eropa. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya