Berita

PRAMONO EDHIE

Jenderal Pramono Edhie: Hukum harus Jadi Panglima

RABU, 05 MARET 2014 | 19:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Persoalan pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, terorisme, narkotika bisa ditanggulangi jika hukum dijunjung tinggi. Karena itu, hukum harus adil dan kepastian hukum harus diwujudkan.

"Hukum adalah panglima," tegas peserta Konvensi Demokrat Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo dalam Debat Bernegara di Hotel Clarion, Makassar yang mengusung tema ekonomi dan hukum (Rabu, 5/3).

Edhie melanjutkan, penegakan hukum tidak boleh pandang bulu. Siapa yang benar, harus dibela. Siapa yang salah, harus dihukum. "Masalah HAM, terorisme, korupsi, hukum, dan narkoba bisa menjadi minimal kalau hukum ditegakan," imbuhnya.


Dia menegaskan, harus dimengerti betul kriteria pelanggaran HAM baru kemudian diambil tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dianggap sebagai pelanggaran HAM. Meski menurutnya, Indonesia sudah jauh lebih baik dan kondusif terkait masalah HAM. "Apa yang sudah terjadi tidak boleh terulang lagi. Mari bergerak maju. Anda dan saya bisa jadikan Indonesia lebih baik," tegas Edhie.

Soal pemberantasan korupsi, mantan KSAD ini menegaskan, pencegahan dan hukuman yang seberat-beratnya harus diberikan kepada koruptor. "Sistem sudah cukup lengkap, pemimpin harus memberikan contoh dengan menjalankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa," jelas Edhie.

Edhie kemudian mengingatkan bahwa rakyat bisa turut serta memberantas korupsi dengan memilih pemimpin yang baik. "Pilih pejabat yang bersih, pelajari rekam jejaknya. Jika dianggap tidak populis dalam mengambil keputusan terkait koruptor tidak masalah bagi saya. Kepentingan rakyat dan negara selalu menjadi pilihan saya," tegas Edhie, seraya menambahkan, seorang pemimpin harus berani menghadapi resiko.

Sementara terkait cara memajukan pembangunan di wilayah Indonesia yang masih tertinggal, Edhie menegaskan hal itu bisa diatasi. "Dengan potensi alam yang Sulawesi miliki, seharusnya Sulawesi memiliki hak kepabeanan, yang memungkinkan Sulawesi melakukan ekspor langsung atas hasil alam dan produk-produk nya tanpa harus melalui pelabuhan Surabaya. Ini untuk mensejahterakan warga Indonesia bagian timur," tukas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini.

Karena itu, dia berkomitmen membangun pelabuhan laut internasional di Indonesia bagian timur, misalnya di Makassar. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya